Sabtu, 09 Februari 2019

COBIT (Control Ojective for Information and Related Technology)


Apa yang anda ketahui mengenai COBIT (Control Ojective for Information and Related Technology)?

Dikeluarkan dan disusun oleh IT Governance Institute yang merupakan bagian dari ISACA (Information Systems Audit and Control Association) pada tahun 1996. hingga saat artikel ini dimuat setidaknya sudah ada 5 versi COBIT yang sudah diterbitkan, versi pertama diterbitkan pada tahun 1996, versi kedua tahun 1998, versi 3.0 di tahun 2000, Cobit 4.0 pada tahun 2005, CObit 4.1 tahun 2007 dan yang terakhir ini adalah Cobit versi 5 yang di rilis baru-baru saja. 

COBIT adalah merupakan kerangka panduan tata kelola TI dan atau bisa juga disebut sebagai toolset pendukung yang bisa digunakan untuk menjembatani gap antara kebutuhan dan bagaimana teknis pelaksanaan pemenuhan kebutuhan tersebut dalam suatu organisasi. COBIT memungkinkan pengembangan kebijakan yang jelas dan sangat baik digunakan untuk IT kontrol seluruh organisasi, membantu meningkatkan kualitas dan nilai serta menyederhanakan pelaksanaan alur proses sebuah organisasi dari sisi penerapan IT.

Cobit memiliki 4 Cakupan Domain : 
  1. Perencanaan dan Organisasi (Plan and Organise) Domain ini mencakup strategi dan taktik yang menyangkut identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi terbaik dalam pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula. 
  2. Pengadaan dan Implementasi (Acquire and Implement) Untuk mewujudkan strategi TI, solusi TI perlu diidentifikasi, dibangun atau diperoleh dan kemudian diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis. 
  3. Pengantaran dan Dukungan (Deliver and Support) Domain ini berhubungan dengan penyampaian layanan yang diinginkan, yang terdiri dari operasi pada security dan aspek kesinambungan bisnis sampai dengan pengadaan training. 
  4. Pengawasan dan Evaluasi (Monitor and Evaluate) Semua proses TI perlu dinilai secara teratur dan berkala bagaimana kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kontrol.
Read More »

IT Audit Tools


Adakah tools lain untuk melakukan audit TI (Teknologi Informasi)?

Tool - tool yang dapat digunakan untuk membantu pelaksanaan audit teknologi informasi. Tidak dapat dipungkiri, penggunaan tool - tool tersebut memang sangat membantu auditor teknologi informasi dalam menjalankan profesinya, baik dari sisi kecepatan maupun akurasinya. Berikut beberapa software yang dapat dijadikan alat bantu dalam pelaksaan audit teknologi informasi.
  1. ACL
    ACL (Audit Command Language) merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) yang sudah sangat populer untuk melakukan analisa terhadap data dari berbagai macam sumber.
    ACL for Windows (sering disebut ACL) adalah sebuah software TABK (TEKNIK AUDIT BERBASIS KOMPUTER) untuk membantu auditor dalam melakukan pemeriksaan di lingkungan sistem informasi berbasis komputer atau Pemrosesan Data Elektronik.
  2. Picalo
    Picalo merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) seperti halnya ACL yang dapat dipergunakan untuk menganalisa data dari berbagai macam sumber.Picalo bekerja dengan menggunakan GUI Front end, dan memiliki banyak fitur untuk ETL sebagai proses utama dalam mengekstrak dan membuka data, kelebihan utamanya adalah fleksibilitas dan front end yang baik hingga Librari Python numerik.
    Berikut ini beberapa kegunaannya :
    - Menganalisis data keungan, data karyawan
    - Mengimport file Excel, CSV dan TSV ke dalam databse
    - Analisa event jaringan yang interaktif, log server situs, dan record sistem login
    - Mengimport email kedalam relasional dan berbasis teks database
    - Menanamkan kontrol dan test rutin penipuan ke dalam sistem produksi.
  3. Powertech Compliance Assessment
    Powertech Compliance Assessment merupakan automated audit tool yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark user access to data, public authority to libraries, user security, system security, system auditing dan administrator rights (special authority) sebuah serverAS/400.
  4. Nipper 
    Nipper merupakan audit automation software yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark konfigurasi sebuah router.
    Nipper (Jaringan Infrastruktur Parser) adalah alat berbasis open source untuk membantu profesional TI dalam mengaudit, konfigurasi dan mengelola jaringan komputer dan perangkat jaringan infrastruktur.
  5. Nessus
    Nessus merupakan sebuah vulnerability assessment software, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mengecek tingkat vulnerabilitas suatu sistem dalam ruang lingkup keamanan yang digunakan dalam sebuah perusahaan
  6. Metasploit
    Metasploit Framework merupakan sebuah penetration testing tool, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mencari celah keamanan.
  7. NMAP
    NMAP merupakan open source utility untuk melakukan security auditing. NMAP atau Network Mapper, adalah software untuk mengeksplorasi jaringan, banyak administrator sistem dan jaringan yang menggunakan aplikasi ini menemukan banyak fungsi dalam inventori jaringan, mengatur jadwal peningkatan service, dan memonitor host atau waktu pelayanan. Secara klasik Nmap klasik menggunakan tampilan command-line, dan NMAP suite sudah termasuk tampilan GUI yang terbaik dan tampilan hasil (Zenmap), fleksibel data transfer, pengarahan ulang dan tools untuk debugging (NCAT) , sebuah peralatan untuk membandingan hasil scan (NDIFF) dan sebuah paket peralatan analisis untuk menggenerasikan dan merespon (NPING)
  8. Wireshark
    Wireshark merupakan aplikasi analisa netwrok protokol paling digunakan di dunia, Wireshark bisa mengcapture data dan secara interaktif menelusuri lalu lintas yang berjalan pada jaringan komputer, berstandartkan de facto dibanyak industri dan lembaga pendidikan.

Sumber :
http://theodhita.blogspot.com/2016/01/adakah-tools-lain-untuk-melakukan-audit.html
Read More »

Minggu, 06 Januari 2019

15 Area Pengendalian

Pengendalian TI didefinisikan sebagai suatu pernyataan hasil yang diinginkan atau maksud yang dicapai oleh prosedur pengendalian implementasi dalam kegiatan TI khusus. 
Terdapat 15 area pengendalian, sebut dan jelaskan. 

Area Pengendalian ada 15 yaitu:
  1. Integritas Sistem
    • Ketersediaan dan kesinambungan sistem komputer untuk user
    • Kelengkapan, Keakuratan, Otorisasi, serta proses yg auditable
    • Persetujuan dari user atas kinerja sistem yang di inginkan
    • Preventive maintenance agreements untuk seluruh perlengkapan
    • Kesesuaian kinerja antara S/W dan jaringan dengan yang diharapkan
    • Serta adanya program yang disusun untuk operasi secara menyeluruh
  2. Manajemen Sumber Daya (Perencanaan Kapasitas)
    • Faktor-faktor yang melengkapi integritas sistem
    • Yaitu meyakini kelangsungan (ongoing) H/W, S/W, SO, S/W aplikasi, dan komunikasi jaringan komputer, telah di pantau dan dikelola pada kinerja yang maksimal namun tetap dengan biaya yang wajar.
    • Hal-hal tersebut di dokumentasikan secara formal, demi proses yang berkesinambungan
  3. Pengendalian Perubahan S/W Aplikasi dan S/W sistem
    • Menentukan adanya keterlibatan dan persetujuan user dalam hal adanya perubahan terhadap s/w aplikasi dan s/w sistem
    • Setiap pengembangan dan perbaikan aplikasi harus melalui proses formal dan di dokumentasikan serta telah melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem yang dibakukan dan disetujui.
  4. Backup dan Recovery
    • Demi kelangsungan usaha, harus tersedia data processing disaster recovery planning (rencana pemulihan data dan pusat sistem informasi apabila terjadi kehancuran),
    • Baik berupa backup dan pemulihan normal, maupun rencana contingency untuk kerusakan pusat SI (lokasi gedung, peralatanya, SDM-nya maupun manualnya).
  5. Contigency Planning
    • Perencanaan yang komprehenshif di dalam mengantisipasi terjadinya ancaman
    • terhadap fasilitas pemrosesan SI
    • Dimana sebagian besar komponen utama dari disaster recovery plan telah dirumuskan dengan jelas, telah di koordinasikan dan disetujui, seperti critical application systems, identifikasi peralatan dan fasilitas penunjang H/W, sistem S/W dan sebagainya.
  6. System S/W Support
    • Pengukuran pengendalian dalam pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan dari S/W SO, biasanya lebih canggih dan lebih cepat perputarannya dibandingkan dengan S/W aplikasiDengan ketergantungan yang lebih besar kepada staf teknik untuk integritas fungsionalnya
    • Pengukuran kendali pengamanan aplikasi individu maupun pengamanan logika sistem secara menyeluruh (systemwide logical security)
  7. Dokumentasi
    • Integritas dan ketersediaan dokumen operasi, pengembangan aplikasi, user dan S/W sistem 
    • Diantaranya dokumentasi program dan sistem, buku pedoman operasi dan schedule operasi, 
    • Untuk setiap aplikasi sebaiknya tersedia dokumentasi untuk tiap jenjang user. 
  8. Pelatihan atau Training
    • Adanya penjenjagan berdasarkan kemampuan untuk seluruh lapisan manajemen dan staf, dalam hal penguasaannya atas aplikasi-aplikasi dan kemampuan teknisnya
    • Serta rencana pelatihan yang berkesinambungan
  9. Administrasi
    • Struktur organisasi dan bagannya, rencana strategis, tanggungjawab fungsional, job description, sejalan dengan metoda job accounting dan/atau charge out yang digunakan
    • Termasuk didalamnya pengukuran atas proses pengadaan dan persetujuan untuk semua sumber daya SI.
  10. Pengendalian Lingkungan dan Keamanan Fisik
    • Listrik, peyejuk udara, penerang ruangan, pengaturan kelembaban, serta kendali akses ke sumber daya informasi
    • Pencegahan kebakaran, ketersediaan sumber listrik cadangan,
    • Juga pengendalian dan backup sarana telekomunikasi
  11. Operasi
    • Diprogram untuk merespon permintaan/keperluan SO
    • Review atas kelompok SO berdasarkan job schedulling, review yang terus-menerus terhadap operator, retensi terhadap console log message, dokumentasi untuk run/restore/backup atas seluruh aplikasi
    • Daftar personel, dan nomor telepon yang harus dihubungi jika muncul masalah SO, penerapan sistem sift dan rotasi serta pengambilan cuti untuk setiap operator.
  12. Telekomunikasi
    • Review terhadap logical and physical access controls,
    • Metodologi pengacakan (encryption) terhadap aplikasi electronic data interchange (EDI)
    • Adanya supervisi yang berkesinambungan terhadap jaringan komputer dan komitmen untuk ketersediaan jaringan tersebut dan juga redundansi saluran telekomunikasi.
  13. Program Libraries
    • Terdapat pemisahan dan prosedur pengendalian formal untuk application source code dan compiled production program code dengan yang disimpan di application test libraries development
    • Terdapat review atas prosedur quality assurance.
  14. Application Support (SDLC)
    • Bahwa proses tetap dapat berlangsung walaupun terjadi kegagalan sistem
    • Sejalan dengan kesinambungan proses untuk inisiasi sistem baru, manajemen
    • proyek, proses pengujian yang menyeluruh antara user dan staf SI
    • Adanya review baik formal maupun informal terhadap tingkat kepuasan atas SDLC yang digunakan.
  15. Pengendalian Mikrokomputer
    • Pembatasan yang ketat dalam pengadaan, pengembangan aplikasi, dokumentasi atas aplikasi produksi maupun aplikasi dengan misi yang kritis, sekuriti logika, dan fisik terhadap microcomputer yang dimiliki,
    • Serta pembuatan daftar inventaris atas H/W, S/W, serta legalitas dari S/W untuk menghindari tuntutan pelanggaran hak cipta.
Read More »

Proses Pencapaian Tujuan

Pengendalian internal telah mengalami perubahan dari konsep 'ketersediaan pengendalian' ke konsep 'proses pencapaian tujuan'. 
Apakah maksud dari konsep 'Proses Pencapaian Tujuan' tersebut? 

Konsep Proses Pencapaian Tujuan merupakan suatu kegiatan yang memiliki tujuan dengan menggunakan perencanaan, pengarahan, pengorganisasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisasi, dan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Sedangkan orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya suatu kegiatan manajemen disebut manajer.

Dengan konsep tersebut disadari bahwa intelektualitas tidak lagi terletak pada pucuk pimpinan, tetapi terletak dilapisan bawah. Mereka yang deket dengan konsumenlah yang paling mengerti dengan kebutuhan pasar. Pengorganisasian yang paling tepat untuk kondisi seperti ini adalah seperti pengorganisasian orkes simponi. 

Organisasi ini sepenuhnya akan digerakan oleh dinamika para pekerja (ujung tombak) sesuai spesialisai masing-masing. Untuk menjaga kekompakan agar terjadi irama yang serasi dibutuhkan seorang manajer yang berfungsi sebagai konduktor. Manajer tersebut tidak lagi harus memiliki pengetahuan teknis seperti yang dimiliki pemain orkesnya, tetapi yang diperlukan hanya seorang yang mampu mengatur tempo dan menguasai tingkatan nada. 

Read More »

Sabtu, 17 November 2018

Tiga Aspek Kata Kunci Definisi Kontrol dan Langkah - Langkah dalam Perencanaan Audit

Tiga aspek kata kunci definisi kontrol

  1. Pengendalian adalah sebuah sistem (a control is a system). Dengan kata lain, terdiri dari sekumpulan komponen yang saling berelasi yang berfungsi secara bersama-sama untuk menyelesaikan suatu maksud atau tujuan.
  2. Keabsahan/kebenaran dari suatu kegiatan (unlawful events). Keabsahan kegiatan dapat muncul jika tidak ada otorisasi (unauthorized), tidak akurat (inacurate), tidak lengkap (incomplete), redudansi (redudant), tidak efektif (ineffective) atau tidak efisien (inefficient) pemasukan data ke dalam sistem.
  3. Pemeriksaan digunakan untuk mencegah (prevent), mendeteksi (detect), atau mengoreksi (correct) kejadian/peristiwa yang tidak sesuai dengan aturan/hukum (unlawfull events).

Langkah - langkah dalam perencanaan audit

  1. Mendapatkan pemahaman tentang bisnis dan bidang usaha klien
    Agar dapat membuat perencanaan audit secara memadai, auditor harus memiliki pengetahuan tentang bisnis kliennya agar memahami kejadian, transaksi dan praktik yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap laporan keuangan.
  2. Melaksanakan prosedur analitis
    Prosedur analitis merupakan evaluasi informasi keuangan yang dilakukan dengan mempelajari hubungan yang masuk akal antara data keuangan dan data non keuangan. Dengan melakukan analisis ini sangat penting karena dengan melakukan prosedur analitis seluruh kegiatan pemeriksaan dapat tergambar.
  3. Membuat pertimbangan awal tentang tingkat materialitas
    Tahap ini sering disebut dengan materialitas perencanaan dimana sedikit berbeda dengan tingkat materialitas yang digunakan dalam penyelesaian audit dalam mengevaluasi temuan audit karena situasi yang ada disekitarnya mungkin akan berubah dan informasi tambahan klien akan diperoleh selama masa pelaksanaan audit. Dalam merencanakan suatu audit, auditor harus menilai materialitas pada dua tingkat berikut:
    a. Tingkat laporan keuangan karena pendapat auditor mengenai kewajaran meluas sampai laporan keuangan secara keseluruhan.
    b. Tingkat saldo akun karena auditor menguji saldo akun dalam memperoleh kesimpulan keseluruhan atas kewajaran laporan keuangan.
  4. Mempertimbangkan resiko audit
    Dalam tahap ini auditor harus membuat penilaian mengenai berbagai komponen resiko audit yaitu resiko bawaan, resiko pengendalian dan resiko deteksi. Hal ini diperlukan untuk mengarahkan keputusan tentang sifat, waktu, luas prosedur audit dan keputusan mengenai penetapan staff audit.
    Resiko bawaan adalah kerentanan suatu asersi terhadap salah saji material, dengan mengasumsikan tidak terdapat pengendalian. Prosedur yang dilaksanakan untuk mendukung penilaian resiko bawaan biasanya serupa dengan untuk memperoleh pemahaman mengenai bisnis dan industri. Resiko pengendalian adalah resiko bahwa salah saji material yang dapat terjadi dalam suatu asersi tidak akan dapat dicegah atau dideteksi dengan tepat waktu oleh pengendalian intern entitas. Resiko deteksi adalah resiko bahwa auditor tidak akan mendeteksi salah saji material yang ada dalam suatu asersi. Resiko deteksi dapat dinyatakan sebagai suatu kombinasi dari resiko prosedur analitis dan resiko pengujian terinci. Dalam menentukan resiko deteksi auditor juga harus mempertimbangkan kemungkinan akan membuat suatu kekeliruan.
  5. Mengembangkan strategi audit awal untuk asersi yang signifikan
    Mengembangkan strategi audit awal untuk asersi yang signifikan bertujuan agar auditor dalam perencanaan dan pelaksanaan audit dapat menurunkan resiko audit pada tingkat serendah mungkin untuk mendukung pendapat auditor mengenai kewajaran laporan keuangan.
  6. Pemahaman atas pengendalian intern
    Pengendalian internn adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan personel lain yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan yaitu keandalan pelaporan keuangan, kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku dan efektifitas dan efisiensi operasi. Secara umum, auditor perlu memperoleh pemahaman tentang pengendalian intern kliennya untuk perencanaan auditnya. Secara khusus, pemahaman auditor tentang pengendalian intern yang berkaitan dengan suatu asersi digunakan dalam kegiatan kemungkinan dapat atau tidaknya audit dilaksanakan, salah saji material yang potensial dapat terjadi, resiko deteksi dan perancangan pengujian subtrative.



Sumber :
https://www.academia.edu/9649408/PERENCANAAN_AUDIT_TAHAPAN_PERENCANAAN_AUDIT
Read More »

Evaluasi / Audit Sistem Informasi

Evaluasi/Audit Sistem Informasi adalah proses mengumpulkan dan mengevaluasi fakta untuk memutuskan apakah sistem komputer yang merupakan aset bagi perusahaan terlindungi, integritas dan terpelihara, sesuai dengan tujuan organisasi untuk mencapai efektifitas dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya.

Tujuan audit sistem informasi


  1. Mengamankan asset
    Asset (aktiva) yang berhubungan dengan instalasi sistem informasi mencakup: perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), manusia (people), file data, dokumentasi sistem dan peralatan pendukung lainnya.
  2. Menjaga integritas data
    Integritas data berarti data memiliki atribut: kelengkapan, baik dan dipercaya, kemurnian dan ketelitian. Tanpa menjaga integritas data, organisasi tidak dapat memperlihatkan potret dirinya dengan benar atau kejadian yang ada tidak terungkap seperti apa adanya.
  3. Menjaga Efektifitas Sistem
    Sistem informasi dikatakan efektif hanya jika sistem tersebut dapat mencapai tujuannya. Perlu upaya untuk mengetahui kebutuhan pengguna sistem tersebut (user), apakah sistem menghasilkan laporan atau informasi yang bermanfaat bagi user. Auditor perlu mengetahui karakteristik user berikut proses pengambilan keputusannya.
    Biasanya audit efektivitas sistem dilakukan setelah suatu sistem berjalan beberapa waktu. Manajemen dapat meminta auditor untuk melakukan post audit guna menentukan sejauh mana sistem telah mencapai tujuan.
  4. Efisiensi
    Dikatakan efisien jika ia menggunakan sumber daya seminimal mungkin untuk menghasilkan output yang dibutuhkan. Pada kenyataannya, sistem informasi menggunakan berbagai sumber daya, seperti mesin dan segala perlengkapannya, perangkat lunak, sarana komunikasi dan tenaga kerja yang mengoperasikan sistem tersebut.

Sumber:
http://audit-si-untag.blogspot.com/2015/04/audit-sistem-informasi.html
Read More »

Sabtu, 21 Oktober 2017

Mungkinkah Membuat Mesin Menjadi Cerdas?

Perkembangan teknologi pada zaman ini tidak akan ada habisnya, teknologi akan terus semakin berkembang dikarenakan oleh manusia cerdas yang haus akan kemajuan-kemajuan teknologi. Manusia akan terus berlomba-lomba untuk menciptakan teknologi maupun mesin yang lebih canggih, praktis, dan otomatis. Saat ini, kebutuhan sehari-hari manusia pun tidak lepas dari yang namanya teknologi maupun mesin, maka dari itu teknologi maupun mesin sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia saat ini.
            Lalu sebagai manusia, apakah mungkin membuat mesin menjadi cerdas? Ya mungkin sekali, selagi manusia itu sendiri ingin terus belajar, berfikir, dan mengerti untuk menyelesaikan suatu masalah dan membuat keputusan yang dimana hal itu akan membuat manusia semakin menjadi cerdas. Jika manusia itu sendiri sudah memiliki kemampuan itu, maka manusia mungkin saja bisa membuat mesin menjadi cerdas.
            Dengan kecerdasan yang dimiliki oleh manusia, maka diciptakanlah mesin-mesin yang dapat melakukan suatu hal. Agar mesin-mesin itu dapat bekerja seperti yang diinginkan diperlukanlah kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), yaitu salah satu bagian dari ilmu komputer yang dimana dapat membuat mesin melakukan pekerjaan seperti halnya manusia atau bisa lebih baik lagi daripada manusia. Contohnya seperti Laundroid yaitu mesin cuci cerdas yang bisa mencuci hingga melipat secara otomatis, proses dari mencuci hingga melipat dapat dilakukan laundroid hanya memerlukan waktu kurang lebih lima menit saja, dapat dikatakan mesin ini sangat membantu pekerjaan manusia karena tergolong cepat dan praktis. Kemudian, juga ada alat Computer Tomography Scan (CT Scan) dalam bidang kedokteran.
Computer Tomography Scan (CT Scan) merupakan jenis scanner yang digunakan untuk menghasilkan citra medis. Alat ini bekerja berdasarkan prinsip sinar x. Sinar x dipancarkan pada benda yang dapat ditembus cahaya sinar x, misalnya tubuh manusia. CT-Scan dapat menghasilkan lebih dari 100 irisan gambar berukuran 512 × 512 dengan ketebalan irisan sekitar 0.5 – 10 mm. Saat ini Ct Scan masih dianggap sebagai modalitas yang paling akurat dalam mendiagnosis kelainan pada paru. Diagnosis dilakukan dengan mengamati secara langsung citra CT Scan yang diletakkan pada lampu baca CT Scan menggunakan mata telanjang. Salah satu tantangan yang dapat membantu dalam proses diagnosis kelainan pada paru berbasis citra adalah ekstraksi informasi dari struktur anatomi paru dengan suatu metode segmentasi citra serta visualisasi 3-D dengan bantuan komputer.
            Kemudian, apakah kita mampu membuat mesin yang lebih cerdas dari manusia? Dengan adanya kecerdasan buatan dan manusia-manusia yang cerdas mungkin saja mampu membuat mesin yang lebih cerdas dari manusia. Kecerdasan buatan itu sendiri akan semakin meningkat dengan adanya bantuan dari manusia-manusia cerdas. Mungkin saja ditahun-tahun yang akan datang nantinya manusia-manusia cerdas akan menciptakan mesin cerdas dengan kecerdasan buatan yang lebih hebat atau mungkin sama tingkat kecerdasannya dengan manusia.


Referensi :
Sri Widodo, Wijayanto, dan Agung Suryadi. 2014. Visualisasi Tiga Dimensi Organ Paru Pada Citra Computed Tomography Scan Menggunakan Volume Rendering. Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan,Vol.4, No.1, hlm.31-40.
https://www.beritateknologi.com/laundroid-mesin-cuci-cerdas-yang-bisa-mencuci-hingga-melipat-secara-otomatis/
Read More »

Minggu, 07 Mei 2017

Jurnal

ANALISA DAN IMPLEMENTASI MODEL DARI TOTAL QUALITY MANAGEMENT TERHADAP WEBSITE INSTANSI PEMERINTAHAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN

Selvi Wulandari
Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Gunadarma
Blog : selviwulandr.blogspot.com
Email : wulandari_selvi21@yahoo.com


ABSTRAK
          Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perbedaan dari website instansi pemerintahan dalam bidang pendidikan yakni dikti.go.id, disdik.jakarta.go.id, kemdikbud.go.id dengan menggunakan situs website analisis yaitu SimiliarWeb. Dan mengetahui model Total Quality Management (TQM) yang sesuai untuk diimplementasikan ke dalam website-website instansi pemerintahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparatif. Hasil dari analisa menunjukkan bahwa website Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan lebih banyak dikunjungi dibandingkan dengan website-website yang lain, dan penerapan model Total Quality Management (TQM) yang sesuai terhadap ketiga website tersebut termasuk ke dalam implementasi ISO 9000.
Kata kunci : website instansi pemerintahan, bidang pendidikan, total quality management, analisis

PENDAHULUAN
          Di era globalisasi yang sekarang ini, teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan sangat cepat dikarenakan perkembangan teknologi yang terus maju seiring berkembangnya zaman. Dengan adanya teknologi, fasilitas komunikasi dan alat informasi semakin luas yakni seperti internet. Internet memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi-informasi yang dibutuhkan.  
          Website merupakan salah satu fasilitas komunikasi dan alat informasi yang telah populer di berbagai kalangan masyarakat. Sehingga masyarakat memanfaatkan website sebagai akses mereka untuk mencari informasi dalam kehidupan sehari-hari. Peranan website sangatlah penting, dalam membangun sebuah website harus memperhatikan beberapa aspek yakni usability, user experience, dan user interace.
             Untuk dapat menghasilkan kualitas yang terbaik dan mencapai kesuksesan pada suatu website, maka diperlukan penerapan Total Quality Management (TQM) dan diimplementasikan ke dalam model Total Quality Management (TQM).
           Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan  pada ketiga website instansi pemerintahan dalam bidang pendidikan yakni dikti.go.id, disdik.jakarta.go.id, kemdikbud.go.id dengan cara menganalisis data-data yang dihasilkan pada situs analisis SimiliarWeb. Serta menambah pembelajaran dalam menganalisis suatu halaman website.

METODE PENELITIAN
          Dalam penelitian ini, digunakan metode penelitian  komparatif yaitu dengan membandingkan ketiga website dengan menggunakan situs website analisis yaitu SimiliarWeb. Dalam analisis ini akan dihasilkan perbedaan-perbedaan dalam ketiga website yaitu berupa banyaknya total pengunjung, rata-rata durasi kunjungan website, bounce rate. Dengan menggunakan analisis ini dapat disimpulkan bahwa website yang memiliki nilai statistic yang lebih tinggi, maka website tersebut lebih unggul, sehingga banyak pengunjung yang mengakses website tersebut.

HASIL DAN PEMBAHASAN
          Analisis pada penelitian ini menggunakan metode komparatif, dengan tujuan untuk membandingkan ketiga website yakni dikti.go.id, disdik.jakarta.go.id, kemdikbud.go.id. Hasil analisis pada penelitian ini menghasilkan perbedaan pada ketiga website. 
Analisis website berdasarkan Similiarweb

  •  Website dikti.go.id

Gambar 1. Global, Countr, Category Rank
Dapat dilihat dari gambar 1. peringkat website dikti.go.id dibandingkan dengan seluruh website lain di dunia berada pada peringkat 29,555. Kemudian peringkat didalam negara Indonesia berada pada peringkat 437. Dan peringkat dalam kategori di career and education berada pada peringkat 709.
Gambar 2. Traffic Overview
Berdasarkan data yang diperoleh gambar 2. total pengunjung mencapai 1.10M, untuk rata-rata durasi kunjungan website selama 00:05:42, rata-rata jumlah halaman yang dilihat per-kunjungan sebesar 5.92, dan persentase pengunjung yang meninggalkan website dengan cepat sebesar 39.86%.
Gambar 3. Traffic by countries
Untuk persentase pengunjung yang lebih tinggi berasal dari negara Indonesia sebesar 93.23%, lalu diikuti negara Afghanistan sebesar 1.09%, Japan sebesar 0.65%, Singapore sebesar 0.50%, dan Pakistan sebesar 0.48%.
Gambar 4. Traffic Sources
Persentase untuk pencarian halaman website dikti.go.id sebesar 55.91%.
Gambar 5. Social
Persentase jejaring sosial yang lebih unggul adalah facebook sebesar 57.84%, diikuti youtube sebesar 32.11%, whatsapp webapp sebesar 7.44%, instagram sebesar 1.09%, dan twitter sebesar 1.02%.

  •  Website disdik.jakarta.go.id

Gambar 6. Global, Country, Category Rank
Berdasarkan data yang diperoleh dari gambar 6. dalam hal global rank, country rank, category rank tidak diketahui peringkat yang diperoleh website disdik.jakarta.go.id.

Gambar 7. Traffic Overview
Dalam traffic overview pada website disdik.jakarta.go.id total pengunjung mencapai 67K, untuk rata-rata durasi kunjungan website selama 00:03:58, rata-rata jumlah halaman yang dilihat per-kunjungan sebesar 2.01, dan persentase pengunjung yang meninggalkan website dengan cepat sebesar 53.77%.
Gambar 8. Traffic by countries
Untuk persentase pengunjung yang lebih tinggi berasal dari negara Indonesia sebesar 99.65%, lalu diikuti negara Singapore sebesar 0.33%, dan United Kingdom sebesar 0.02%.
Gambar 9. Traffic Sources
 Persentase untuk pencarian halaman website disdik.jakarta.go.id sebesar 55.10%.
Gambar 9. Social
Persentase jejaring sosial yang lebih unggul adalah facebook sebesar 68.38%, diikuti whatsapp webapp sebesar 30.77%, youtube sebesar 0.85%.

  •  Website kemdikbud.go.id
Gambar 10. Global, Country, Category Rank
Berdasarkan gambar 1. peringkat website kemdikbud.go.id dibandingkan dengan seluruh website lain di dunia berada pada peringkat 5,533. Kemudian peringkat didalam negara Indonesia berada pada peringkat 62. Dan peringkat dalam kategori di law and government berada pada peringkat 86.
Gambar 11. Traffic Overview
Dari data yang dihasilkan pada gambar 11. total pengunjung mencapai 7.20M, untuk rata-rata durasi kunjungan website selama 00:05:52, rata-rata jumlah halaman yang dilihat per-kunjungan sebesar 4.65, dan persentase pengunjung yang meninggalkan website dengan cepat sebesar 46.19%.
Gambar 12. Traffic by countries
Untuk persentase pengunjung yang lebih tinggi berasal dari negara Indonesia sebesar 97.53%, lalu diikuti negara Singapore sebesar 0.60%, United States sebesar 0.59%, United Kingdom sebesar 0.17%, dan Japan sebesar 0.11%.
Gambar 13. Traffic Sources
 Persentase untuk pencarian halaman website kemdikbud.go.id sebesar 39.51%.
Gambar 14. Social
Persentase jejaring sosial yang lebih unggul adalah facebook sebesar 71.53%, diikuti youtube sebesar 17.09%, whatsapp webapp sebesar 9.38%, twitter sebesar 1.46%, dan instagram sebesar 0.29%.
Model TQM yang sesuai untuk diimplementasikan
          Dari analisa yang sudah dilakukan, dapat ditentukan model TQM yang sesuai. Maka, penerapan model TQM yang sesuai untuk ketiga website instansi pemerintahan dalam bidang pendidikan  yaitu termasuk ke dalam model ISO 9000 karena menerapkan prinsip manajemen, yaitu :  

    1. Customer Focus ( perhatian pada pelanggan ) 
    2. Leadership ( kepemimpinan ) 
    3. Involevment of people ( pelibatan banyak orang ) 
    4. Process approach to management ( pendekatan manajemen proses ) 
    5. System approach to management ( pendekatan system ada manajemen ) 
    6. Continual improvement ( perbaikan yang berkelanjutan ) 
    7. Factual approach to dicision making ( pengambilan keputusan berdasarkan fakta ) 
    8. Mutually beneficial supplier relationship ( hubungan pemasok yang saling menguntungkan )
          Website dikti.go.id dibentuk untuk membahas banyak informasi terkait kelembagaan, mahasiswa, dosen, peneliatian, inovasi dan PPID. Dalam layanan utama terkait kelembagaan ada beberapa layanan yaitu tentang perijinan perguruan tinggi dan program studi, pembinaan perguruan tinggi, perijinan mahasiswa asing, dll. Jadi, dengan adanya dikti.go.id untuk menaungi semua pendidikan tinggi di seluruh Indonesia. Selain itu dikti juga memberikan informasi terkait dengan beasiswa serta membuka layanan pendidikan untuk semua tingkat pendidikan yang ada di Indonesia, di website ini juga tersedia informasi mengenai anggaran pendidikan serta laporan kinerja dan laporan tahunan pemerintah pendidikan sehingga tidak adanya kesinggungan sosial yang terjadi di masyarakat karena semua bersifat terbuka mengenai laporan dan pelayanannya.

           Website disdik.jakarta.go.id mempunyai tugas yaitu melaksanakan urusan pemerintahan bidang pendidikan berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan. Website ini menyediakan banyak informasi diantaranya ada berita tentang pendidikan, prestasi yang telah diraih oleh siswa siswi indonesia, dan juga ada data pendidikan serta regulasi. Jadi, peran disdik adalah sebagai sebuah platform yang menampung keluhan masyarakat mengenai putus sekolah ataupun pengaduan yang terjadi dalam sekolah seperti bullying, pungli, asusila serta perbuatan merugikan yang berhubungan dengan pendidikan setelah website itu menerima keluhan, maka akan langsung di proses dan tindakannya akan secara langsung diberikan oleh pemerintah untuk menangani masalah tersebut. 
          Website kemdikbud.go.id mengelola semua pendidikan yang ada di Indonesia. Banyak informasi pendidikan megenai siswa, guru, orang tua, sekolah, budaya dan bahasa, pemerintahan daerah, masyarakat dan mitra. Jadi, kemdikbud merupakan website untuk menaungin semua pendidikan yang ada di seluruh Indonesia, tidak hanya sebagai pemberi informasi website kemdikbud juga bisa digunakan sebagai sarana masyarakat untuk pengaduan dalam masalah pendidikan pada siswa, guru, layanan sekolah serta orang tua, semua akan ditanggapi dan di proses sedangkan tindakannya akan langsung di lakukan oleh lembaga dengan tindakan nyata yang dilakukan oleh pemerintah. 

 KESIMPULAN DAN SARAN
          Berdasarkan pembahasan hasil penelitian diatas, maka ada beberapa kesimpulan yang diuraikan sebagai berikut pertama, dari hasil analisis yang dilakukan pada situs website SimiiarWeb dapat disimpulkan bahwa website Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan lebih unggul dari segi total pengunjung yang mengunjungi halaman website kemdikbud.go.id yaitu sebanyak 7.20M, kemudian rata-rata durasi kunjungan mendapatkan durasi yang paling lama dari kedua website yaitu selama 00:05:52, dan bounce rate sebesar 46.19%, dari hasil persentase tersebut dapat diketahui semakin banyak pengunjung yang meninggalkan website dalam waktu singkat maka semakin tinggi pula persentase bounce rate-nya. Jika semakin kecil persentase bounce rate-nya maka semakin bagus website-nya.
          Kedua, model dari Total Quality Management (TQM) yang sesuai untuk diimplementasikan pada ketiga website tersebut adalah model ISO 9000 karena sesuai dengan prinsip manajemen yang diterapkan pada ISO 9000.
          Hal yang dapat direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian ini adalah agar ketiga website dapat meningkatkan kualitas yang lebih baik lagi demi kenyamanan pengunjung, dan diharapkan dapat memberikan informasi  yang sesuai dan tepat sasaran.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Tugas 1, kelompok 4.(2017). Analisis Website Instansi Pemerintahan Di Bidang Pendidikan.
[2] Tugas 2, kelompok 4 (2017). Total Quality Management. 


                                                      
Read More »

Selasa, 24 Januari 2017

Pemanfaatan Teknologi Masa Kini

Hii! kalian semua pasti suka mendengarkan musik dong pastinya? nah begitu juga dengan saya. Mendengarkan musik bisa menghilangkan kebosanan, bisa juga membuat mood jadi bagus kembali. Berhubung saya suka mendengarkan musik, pada kesempatan kali ini saya akan membahas aplikasi yang menyediakan berbagai macam lagu yaitu Spotify. Mungkin beberapa dari kalian sudah menggunakannya dan mungkin juga ada yang belum. Aplikasi ini sangat mudah digunakan, dengan spotify kalian bisa mendengarkan musik dari berbagai genre dan artis baik lokal maupun mancanegara.


Apa itu spotify?


Spotify adalah layanan musik streaming, podcast dan video komersial Swedia yang menyediakan hak digital manajemen yang dilindungi konten dari label rekaman dan perusahaan media. Ini tersedia di sebagian besar Amerika, Eropa Barat dan Oseania. musik dapat diakses atau dicari oleh artis, album, genre, playlist, atau label rekaman. 
Spotify beroperasi di bawah model bisnis freemium, dengan dua streaming musik tingkatan: Spotify Gratis (160kbit/s) dan Spotify Premium (hingga 320kbit/s). Spotify Premium dapat menghilangkan iklan, meningkatkan kualitas audio dan memungkinkan pengguna untuk men-download musik untuk mendengarkan secara offline. Berbeda dengan layanan yang disediakan spotify gratis, seperti munculnya iklan, saat mendengarkan lagu hanya bisa dilakukan secara acak.
Kemudian untuk fitur-fiturnya seperti,
  • Playlist
    Di dalam aplikasi spotify, kalian dapat membuat daftar putar sendiri. Daftar putar ini berisikan lagu-lagu favorit yang akan disimpan dan dapat diakses setiap kali. Sehingga tidak perlu susah mencari satu per satu lagi.
  • Radio
    Spotify juga menyediakan akses ke stasiun radio populer dunia. Disini kalian bisa memilih sendiri genre dan jenis musik yang kalian suka.
  • Mode offline
    Karena tidak semua orang bisa setiap detik terhubung ke internet, maka spotify menyediakan fitur offline bagi pengguna premium. fitur ini memungkinkan pengguna mendengarkan musik ketika tidak terhubung ke internet.
  • Integrasi Media Sosial
    Ada dua pilihan metode pendaftaran akun, mengisi formulir pendaftaran dan menggunakan akun media sosial, Facebook. Selain itu, kalian juga dapat mengetahui musik yang didengarkan oleh teman-tem Facebook ataupun Twitter.
Maka dari itu, aplikasi ini sangat membantu saya jika saya ingin mendengarkan lagu. Jadi tidak perlu repot-repot mendownload nya terlebih dahulu, tinggal diakses dengan menggunakan internet. Dan juga lagu-lagu yang disediakan juga lumayan lengkap dan sangat up-to-date.


Sumber :

Read More »

Jumat, 18 November 2016

Desain dan Struktur Organisasi

Dimensi Struktur Organisasi

Empat desain keputusan (pembagian kerja, pendelegasian kewenangan, pembagian departemen, dan rentang kendali) menghasilkan struktur organisasi, Para peneliti dan praktisi manajemen berusaha untuk mengembangkan pemahaman mengenai hubungan antar struktur dan kinerja, sikap, keefektifan, dan variabel lainnya. Secara umum, gambaran mengenai struktur meliputi formalisasi, sentralisasi, dan kerumitan.
  1. Formalisasi.
    Formalisasi mengacu derajat dimana segala harapan mengenai cara dan tujuan pekerjaan dirumuskan, ditulis dan diberlakukan. Suatu organisasi yang sangat formal, akan memuat prosedur dan aturan yang ketat dalam setiap kegiatan / pekerjaan di dalam organisasi. Dengan demikian, semakin formal suatu organisasi, maka semakin ketat pula aturan dan prosedur kerja. Formalisasi merupakan hasil dari spesialisasi kerja yang tinggi, pendelegasian kewenangan yang tinggi, pembagian departemen berdasarkan fungsi, dan luasnya rentang kendali.
  2. Sentralisasi.
    Sentralisasi merupakan dimensi struktur organisasi yang mengacu pada derajat dimana kewenangan untuk mengambil keputusan dikuasai oleh manajemen puncak. Hubungan sentralisasi dengan empat desain keputusan adalah sebagai berikut : Semakin tinggi spesialisasi kerja, semakin besar sentralisasi, Semakin sedikit kewenangan yang didelegasikan, semakin besar sentralisasi, Semakin besar penggunaan departemen berdasarkan fungsi, semakin besar sentralisasi, Semakin luas rentang kendali, semakin besar sentralisasi.
  3. Kerumitan.
    Kerumitan (complexity) adalah suatu struktur organisasi yang mengacu pada jumlah pekerjaan atau unit yang berbeda dalam organisasi.
Departementalisasi

Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
  1. Fungsi
  2. Produk atau jasa
  3. Wilayah
  4. Langganan
  5. Proses atau peralatan
  6. Waktu
  7. Pelayanan
  8. Alpa – numeral
  9. Proyek atau matriks
  • Departementalisasi Fungsional
         Departentalisasi fungsional mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi. kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- funsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi. Pendekatan fungsional mempunyai berbagi kelemahan. struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inofatif.
  • Departementalisasi Divisional
         Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan. Struktur organisasi divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk). Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metoda-metoda pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi. Sturktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah , kadang-kadang juga disebut depertementalisasi daerah , regional atau geografis , adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.
    • Kebaikan-kebaikan struktur organisasi divisional dapat diperinci sebagai berikut :
      • Meletakkan koordinasi dan wewenang yang diperlukan pada tingkat yang sesuai bagi pemberian tanggapan yang cepat.
      • Menempatkan pengembangan dan implementasi strategi dekat dengan lingkungan divisi yang khas.
      • Tempat latihan yang baik bagi para manager strategik.
    • Kelemahan-kelemahan struktur divisional secara lebih terperinci :
      • Masalah duplikasi sumberdaya dan peralatan yang tidak perlu.
      • Dapat menimbulkan tidak konsistennya kebijakan antara divisi-divisi
Model-model Desain Organisasi

Pada penerapannya, model desain organisasi terdiri dari 2 model, yaitu desain organisasi mekanistik dan desain organisasi organik.
  1. Desain Organisasi Mekanistik Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
    Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
    Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.
    Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental.
    Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.
    Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
    Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.
  2. Desain Orgranisasi Organik
    Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan.
    Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
    Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
    Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
    Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.
    Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
    Proses kendali menyeber ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri.
Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub unit di dalamnya.
Desain struktur sub unit di desain sesuai dengan kontinu mekanistik organik dengan cara yang konsisten dengan keadaan kondisi lingkungan, khususnya laju perubahan yang lebih lambat, ketidak pastian yang lebih besar dan rentang waktu balikan yang lebih singkat sesuai dengan desain mekanistik.
Desain teknik integratif teknik yang cocok, apakah peraturan, perencanaan atau penyesuaian bersama, bergantung pada tingkat diferensial sub unit. semakin besar diferensinya semakin besar perlunya peraturan dan perencanaan.

Implikasi Manajerial Desain dan Struktur Organisasi

Dapat menghasilkan struktur atau susunan yang berkualitas didalam suatu organisasi, karena ada teori yang mengatakan posisi adalah kualitas maka setiap orang yang menempati posisi yang ia kuasai dalam suatu organisasi akan menghasilkan kontribusi besar dalam suatu organisasi tersebut. itulah alasan mengapa diperlukan implikasi manajerial desain dan struktur organisasi.



Sumber :


Read More »

Senin, 07 November 2016

Inovasi Teknologi Masa Depan



Sebelumnya saya sudah membahas Trend Inovasi Masa Kini, dan kali ini saya akan membahas tentang Inovasi Teknologi Masa Depan. Teknologi sangat berkembang dengan pesat dari masa ke masa, jadi tidak dipungkiri lagi di masa depan nanti teknologi akan semakin canggih. Berikut contoh inovasi teknologi masa depan :

Komputer Kuantum




Teknologi canggih yang satu ini bernama komputer kuantum. Jika dilihat dari namanya, mungkin terlihat sama dengan komputer di masa sekarang. Namun yang membedakannya adalah kecepatannya yang lebih cepat dibanding komputer yang ada saat ini. Komputer Kuantum ini memiliki kecepatan ribuan kali lipat lebih cepat dibanding komputer-komputer saat ini. Teknologi masa depan super canggih ini diciptakan dengan menggunakan material-material canggih, diantaranya dunia kuantum, superposition, dan quantum entanglement. Selain memiliki kecepatan super, computer ini juga mampu memprediksi cuaca di bumi secara akurat. Bukan hanya itu, komputer ini juga dapat memprediksi gejala alam yang akan terjadi. Kecanggihan lain yang terdapat pada komputer Kuantum ini adalah kemampuan memecahkan kode tersulit, yakni 140 digit dengan waktu yang cukup singkat.

Mobile Script Phone




Mobile script phone ini didesain dengan rancangan yang cukup unik. Teknologi masa depan super canggih ini menggunakan layar yang tersembunyi. Ponsel pintar ini hanya berbentuk persegi panjang, Jika ingin melakukan komunikasi tinggal tarik layarnya lalu akan muncul.


Nanoteknologi




Nanoteknologi adalah perwujudan dari teknologi masa depan super canggih yang dibuat sangat kecil. Bahkan untuk memegangnya saja tidak bisa menggunakan tangan kosong. Ukuran dari nanoteknologi ini hanya 1/semilyar meter sama dengan ketebalan rambut yang dibelah menjadi 50.000 bagian.
Nanoteknologi ini dapat memudahkan manusia untuk memanipulasi partikel kecil, sekecil atom. Tujuan dari nanoteknologi sendiri adalah untuk menciptakan material-material masa depan, mesin-mesin, dan robot-robot yang memiliki urukuran sangat kecil. Material-material yang diciptakan dari nantoteknologi ini akan lebih kuat dari intan, memiliki berat yang super ringan, tahan disegala cuaca ekstrim, mampu menghantarkan listrik, dan yang penting ramah lingkungan.


Driverless Car



Driverless car adalah kendaraan yang dapat mendorong dirinya dari satu titik ke titik lain tanpa bantuan dari sopir, dengan kata lain sistem autopilot. Teknologi-teknologi pendukung mobil tanpa pengemudi sudah ada seperti GPS, line departure warning system dan self-parking feature.


Space Elevator



Space elevator ini merupakan elevator ruang angkasa dengan kabin berkapasitas 30 orang yang akan membawa manusia dari bumi menuju statiun luar angkasa dalam waktu delapan hari.

Sumber :


Read More »

Jumat, 04 November 2016

Kepemimpinan (Leadership)


Teori dan Arti Penting Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah suatu kekuatan yang menggerakkan perjuangan atau kegiatan yang menuju sukses. Kepemimpinan dapat juga diartikan sebagai proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi aktivitas kelompok dalam rangka perumusan dan pencapaian tujuan.
Pemimpin pada hakikatnya adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain didalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaannya. Kekuasaan itu sendri merupakan suatu kemampuan untuk mengarahkan dan mempengaruhi bawahan sehubungan dengan tugas-tugas yang dilaksanakan.
Dalam proses kepemimpinan telah muncul beberapa teori kepemimpinan. Didalam teori kepemipinan terdapat beberapa macam teori, yaitu :

1. Great Man Theory
Teori ini mengatakan bahwa pemimpin besar (great leader) dilahirkan, bukan dibuat (leader are born, not made). Teori great man didasarkan pada gagasan bahwa setiap kali ada kebutuhan, maka munculah seorang manusia yang luar biasa dan memecahkan masalah. teori ini secara garis besar merupakan penjelasan tentang orang besar dengan pengaruh individualnya berupa charisma, intelegensi, kebijaksanaan, atau dalam bidang politik tentang kebijaksanaan yang berdampak terhadap sejarah.
2. Teori Sifat
Teori sifat kepemipinan membedakan pada pemimpin dari mereka yang bukan pemimpin dengan cara berbagai sifat dan karakteristik pribadi masing-masing. Pada teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemipin ditentukan oleh sifat-sifat atau ciri-ciri yang dimilikinya. Dalam mencari ciri-ciri kepemimpinan yang dapat diukur, para peneliti menggunakan dua pembanding yaitu mereka berusaha membandingkan ciri-ciri dari dua orang yang muncul sebagai pemimpin dengan ciri tidak demikian dengan membandingkan mereka yang memiliki ciri pemimpin yang efektif. Adapun kelemahan dari seorang pemipin pada teori sifat diantaranya sebagai berikut :
    1. Terlampau banyak sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.
    2. Mengabaikan unsur follower dan situasi serta pengaruhnya terhadap efektivitas pemimpin.
    3. Tidak semua cocok untuk segala situasi.
    4. Terlampau banyak memusatkan pada sifat-sifat kepemimpinan dan mengabaikan apa yang sebenarnya dilakukan oleh pemimpin.
3. Teori Perilaku
Teori perilaku disebut juga dengan teori sosial dan merupakan sanggahan terhadap teori genetis. Teori ini tidak menekankan pada sifat-sifat atau kualitas yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin tetapi memusatkan pada bagaimana cara aktual seorang pemimpin dalam berperilaku dalam mempengaruhi orang lain dan hal ini dipengaruhi oleh gaya masing-masing pemimpin. Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok kearah pencapaian tujuan. Teori ini memandang bahwa kepemimpinan dapat dipelajari dari pola tingkah laku, bukan dari sifat-sifat seorang pemimpin.
4. Kepemimpinan Situasional
Teori Kepemimpinan Situasional adalah suatu pendekatan terhadap kepemimpinan yang menganjurkan pemimpin untuk memahami perilaku bawahan, dan situasi sebelum menggunakan perilaku kepemimpinan tertentu. Teori ini muncul sebagai reaksi terhadap teori perilaku yang menempatkan perilaku pemimpin dalam dua kategori yaitu otokratis dan demokratis. Teori ini menitikberatkan pada berbagai gaya kepemimpinan yang paling efektif diterapkan dalam situasi tertentu. Keefektifan kepemimpinan tidak tergantung pada gaya tertentu terhadap suatu situasi, tetapi tergantung pada ketepatan pemimpin berperilaku sesuai dengan situasinya.
Tipologi Kepemimpinan

Banyak gaya yang digunakan untuk menidentifikasikan tipe-tipe pemimpin. Salah satu tipologi yang umum dikenal ialah yang menyatakan bahwa para pejabat pimpinan pada dasarnya dikategorikan lima tipe, yaitu :


1. Tipe Otokratik
Dalam hal ini pengambilan keputusan seorang manajer yang otokratik akan bertindak sendiri dan memberitahukan kepada bawahannya bahwa ia telah mengambil keputusan tertentu dan para bawahannnya itu hanya berperan sebagai pelaksana karena mereka tidak dilibatkan sama sekali dalam proses pengambilan keputusan. Dalam memelihara hubungan dengan para bawahannnya, manajer yang otokratik biasanya menggunakan penedekatan formal berdasarkan kedudukan dan statusnya. Seorang pemimpin yang bergaya otokratik biasanya berorientasi pada kekuasaan, bukan berorintasi relasional. Dapat disimpulkan bahwa gaya otokratik bukan yang didambakan oleh para bawahan dalam mengelola suatu organisasi karena unsur manusia sering diabaikan.
2. Tipe Paternalistik
Seorang pemimpin yang paternalistik dalam menjalankan organisasi menunjukkan kecenderungan-kecenderungan sebagai berikut :
    1. Dalam hal pengambilan keputusan kecendrungannya ialah menggunakan cara mengambil   keputusan sendiri, kemudian menjual kepada para bawahannya tanpa melibatkan para       bawahan dalam pengambilan keputusan.
    2. Hubungan dengan bawahan lebih banyak bersifat bapak dan anak.
    3. Dalam menjalankan fungsi-fungsi kepemimpinannya, pada umumnya bertindak atas dasar pemikiran kebutuhan fisik para bawahannya sudah terpenuhi. Apabila sudah terpenuhi maka para bawahan akan mencurahkan perhatian pada pelaksanaan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Orientasi kepemimpinan dengan gaya paternalistik ditujukan pada dua hal, yaitu penyelesaian tugas dan terpeliharanya hubungan baik dengan para bawahannya sebagaimana seorang bapak akan selalu berusaha memelihara hubungan yang serasi dengan anak-anaknya.
3. Tipe Kharismatik
Pemahaman yang lebih mendalam tentang kepemimpinan yang bersifat kharismatik menunjukan bahwa sepanjang persepsi yang dimilikinya tentang keseimbangan antara Pelaksanaan tugas dan pemeliharaan hubungan dengan para bawahan seorang pemimpin kharismatik nampaknya memberikan penekanan pada dua hal tersebut, artinya ia berusaha agar tugas-tugasnya terselenggara dengan sebaik-baiknya dan sekaligus memberikan kesan bahwa pemeliharaan hubungan dengan para bawahan didasarkan pada relasional dan bukan orientasi kekuasaan.
4. Tipe Laissez Faire
Persepsi pimpinan yang Laissez Faire tentang pentingnya pemeliharaan keseimbangan antara orientasi pelaksanaan tugas dan orientasi pemeliharaan hubungan sering terlihat bahwa aksentuasi diberikan pada hubungan ketimbang pada penyelaisan tugas. Titik tolak pemikiran yang digunakan ialah bahwa jika dalam organisasi terdapat hubungan yang intim antara seorang pemimpin dengan para bawahan, dengan sendirinya para bawahan itu akan terdorang kuat untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya secara bertanggung jawab. Masalahnya terletak pada persepsi pimpinan yang didasarkan pada asumsi-asumsi tertentu yang tidak sesuai dengan sifat dasar manusia.
5. Tipe Demokratik
Pandangan yang dominan tentang tipe kepemimpinan yang demokratik yang dipandang paling ideal. Meskipun tidak ada jaminan bahwa organisasi akan berjalan mulus. Pada umumnya didasari bahwa adanya biaya yang harus dipikul oeleh organisasi dengan adanya kepemimpinan demokratik.
Ciri pemimpin yang demokratik dalam hal pengambilan keputusan tercermin pada tindakannya mengikutsertakan para bawahan dalam seluruh proses pengambilan keputusan. Pemeliharaan hubungan tipe demokratik biasanya memberikan penekanan kuat pada adanya hubungan yang serasi, dalam arti terpeliharanya keseimbangan antara hubungan yang formal dan informal. Seorang pemimpin yang demokratik cenderung memperlakukanbawahannya sebagai rekan kerja, juga menjaga keseimbangan antara orientasi penyelesaian tugas dan orientasi hubungan yang bersifat relasional.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepemimpinan

Untuk keberhasilan dalam pencapaian sutu tujuan diperlukan seorang pemimpin yang profesional, dimana ia memahami akan tugas dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin, serta melaksanakan peranannya sebagai seorang pemimpin.
Disamping itu pemimpin harus menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan bawahan, sehingga terciptanya suasana kerja yang membuat bawahan merasa aman, tentram, dan memiliki suatu kebebasan dalam mengembangkan gagasannya dalam rangka tercapai tujuan bersama yang telah ditetapkan.
Menurut Hadari (2003;70) menjelaskan bahwa unsur-unsur dalam kepemimpinan adalah
  1. Adanya seseorang yang berfungsi memimpin, yang disebut pemimpin (leader).
  2. Adanya orang lain yang dipimpin.
  3. Adanya kegiatan yang menggerakkan orang lain yang dilakukan dengan mempengaruhi dan pengarahkan perasaan, pikiran, dan tingkah lakunya.
  4. Adanya tujuan yang hendak dicapai dan berlangsung dalam suatu proses di dalam organisasi, baik organisasi besar maupun kecil.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan Davis menyimpulkan ada empat faktor yang mempengaruhi kepemimpinan dalam organisasi, yaitu :
  • Kecerdasan : seorang pemimpin harus mempunyai kecerdasan yang melebihi para anggotanya.
  • Kematangan dan keluasan sosial (Social manutary and breadth) : seorang pemimpin biasanya memiliki emosi yang stabil, matang, memiliki aktivitas dan pandangan yang ckup matang.
  • Motivasi dalam dan dorongan prestasi (Inner motivation and achievement drives) : dalam diri seorang pemimpin harus mempunyai motivasi dan dorongan untuk mencapai suatu tujuan.
  • Hubungan manusiawi : pemimpin harus bisa mengenali dan menghargai para anggotanya Menurut Greece, di dalam suatu organisasi, hubungan antara bawahan dengan pimpinan bersifat saling mempengaruhi.
Implikasi Manajerial Kepemimpinan dalam Organisasi

Sebab yang terjadi bila implikasi manajerial kepemimpinan dalam organisasi adalah akan menciptakan kepemimpinan yang baik karna adanya proses manajemen yang direncakan, karena induk dari sebuah perusahaan adalah pemimpin jadi bila pemimpin nya berkualitas maka perusahaan tersebut akan menjukukan kualitasnya.


Sumber :
http://www.artikelsiana.com/2015/08/pengertian-kepemimpinan-fungsi-sejarah.html
https://erikamaharanimh.wordpress.com/2015/06/05/teori-dan-arti-penting-kepemimpinan/
https://azwinazeh.wordpress.com/2014/10/21/tipologi-kepemimpinan/
http://erlanggaba.blogspot.co.id/2013/06/faktor-yang-mempengaruhi-kepemimpinan.html
Read More »