Jumat, 18 November 2016

Desain dan Struktur Organisasi

Dimensi Struktur Organisasi

Empat desain keputusan (pembagian kerja, pendelegasian kewenangan, pembagian departemen, dan rentang kendali) menghasilkan struktur organisasi, Para peneliti dan praktisi manajemen berusaha untuk mengembangkan pemahaman mengenai hubungan antar struktur dan kinerja, sikap, keefektifan, dan variabel lainnya. Secara umum, gambaran mengenai struktur meliputi formalisasi, sentralisasi, dan kerumitan.
  1. Formalisasi.
    Formalisasi mengacu derajat dimana segala harapan mengenai cara dan tujuan pekerjaan dirumuskan, ditulis dan diberlakukan. Suatu organisasi yang sangat formal, akan memuat prosedur dan aturan yang ketat dalam setiap kegiatan / pekerjaan di dalam organisasi. Dengan demikian, semakin formal suatu organisasi, maka semakin ketat pula aturan dan prosedur kerja. Formalisasi merupakan hasil dari spesialisasi kerja yang tinggi, pendelegasian kewenangan yang tinggi, pembagian departemen berdasarkan fungsi, dan luasnya rentang kendali.
  2. Sentralisasi.
    Sentralisasi merupakan dimensi struktur organisasi yang mengacu pada derajat dimana kewenangan untuk mengambil keputusan dikuasai oleh manajemen puncak. Hubungan sentralisasi dengan empat desain keputusan adalah sebagai berikut : Semakin tinggi spesialisasi kerja, semakin besar sentralisasi, Semakin sedikit kewenangan yang didelegasikan, semakin besar sentralisasi, Semakin besar penggunaan departemen berdasarkan fungsi, semakin besar sentralisasi, Semakin luas rentang kendali, semakin besar sentralisasi.
  3. Kerumitan.
    Kerumitan (complexity) adalah suatu struktur organisasi yang mengacu pada jumlah pekerjaan atau unit yang berbeda dalam organisasi.
Departementalisasi

Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
  1. Fungsi
  2. Produk atau jasa
  3. Wilayah
  4. Langganan
  5. Proses atau peralatan
  6. Waktu
  7. Pelayanan
  8. Alpa – numeral
  9. Proyek atau matriks
  • Departementalisasi Fungsional
         Departentalisasi fungsional mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi. kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- funsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi. Pendekatan fungsional mempunyai berbagi kelemahan. struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inofatif.
  • Departementalisasi Divisional
         Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan. Struktur organisasi divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk). Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metoda-metoda pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi. Sturktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah , kadang-kadang juga disebut depertementalisasi daerah , regional atau geografis , adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.
    • Kebaikan-kebaikan struktur organisasi divisional dapat diperinci sebagai berikut :
      • Meletakkan koordinasi dan wewenang yang diperlukan pada tingkat yang sesuai bagi pemberian tanggapan yang cepat.
      • Menempatkan pengembangan dan implementasi strategi dekat dengan lingkungan divisi yang khas.
      • Tempat latihan yang baik bagi para manager strategik.
    • Kelemahan-kelemahan struktur divisional secara lebih terperinci :
      • Masalah duplikasi sumberdaya dan peralatan yang tidak perlu.
      • Dapat menimbulkan tidak konsistennya kebijakan antara divisi-divisi
Model-model Desain Organisasi

Pada penerapannya, model desain organisasi terdiri dari 2 model, yaitu desain organisasi mekanistik dan desain organisasi organik.
  1. Desain Organisasi Mekanistik Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
    Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
    Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.
    Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental.
    Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.
    Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
    Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.
  2. Desain Orgranisasi Organik
    Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan.
    Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
    Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
    Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
    Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.
    Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
    Proses kendali menyeber ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri.
Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub unit di dalamnya.
Desain struktur sub unit di desain sesuai dengan kontinu mekanistik organik dengan cara yang konsisten dengan keadaan kondisi lingkungan, khususnya laju perubahan yang lebih lambat, ketidak pastian yang lebih besar dan rentang waktu balikan yang lebih singkat sesuai dengan desain mekanistik.
Desain teknik integratif teknik yang cocok, apakah peraturan, perencanaan atau penyesuaian bersama, bergantung pada tingkat diferensial sub unit. semakin besar diferensinya semakin besar perlunya peraturan dan perencanaan.

Implikasi Manajerial Desain dan Struktur Organisasi

Dapat menghasilkan struktur atau susunan yang berkualitas didalam suatu organisasi, karena ada teori yang mengatakan posisi adalah kualitas maka setiap orang yang menempati posisi yang ia kuasai dalam suatu organisasi akan menghasilkan kontribusi besar dalam suatu organisasi tersebut. itulah alasan mengapa diperlukan implikasi manajerial desain dan struktur organisasi.



Sumber :


Read More »

Senin, 07 November 2016

Inovasi Teknologi Masa Depan



Sebelumnya saya sudah membahas Trend Inovasi Masa Kini, dan kali ini saya akan membahas tentang Inovasi Teknologi Masa Depan. Teknologi sangat berkembang dengan pesat dari masa ke masa, jadi tidak dipungkiri lagi di masa depan nanti teknologi akan semakin canggih. Berikut contoh inovasi teknologi masa depan :

Komputer Kuantum




Teknologi canggih yang satu ini bernama komputer kuantum. Jika dilihat dari namanya, mungkin terlihat sama dengan komputer di masa sekarang. Namun yang membedakannya adalah kecepatannya yang lebih cepat dibanding komputer yang ada saat ini. Komputer Kuantum ini memiliki kecepatan ribuan kali lipat lebih cepat dibanding komputer-komputer saat ini. Teknologi masa depan super canggih ini diciptakan dengan menggunakan material-material canggih, diantaranya dunia kuantum, superposition, dan quantum entanglement. Selain memiliki kecepatan super, computer ini juga mampu memprediksi cuaca di bumi secara akurat. Bukan hanya itu, komputer ini juga dapat memprediksi gejala alam yang akan terjadi. Kecanggihan lain yang terdapat pada komputer Kuantum ini adalah kemampuan memecahkan kode tersulit, yakni 140 digit dengan waktu yang cukup singkat.

Mobile Script Phone




Mobile script phone ini didesain dengan rancangan yang cukup unik. Teknologi masa depan super canggih ini menggunakan layar yang tersembunyi. Ponsel pintar ini hanya berbentuk persegi panjang, Jika ingin melakukan komunikasi tinggal tarik layarnya lalu akan muncul.


Nanoteknologi




Nanoteknologi adalah perwujudan dari teknologi masa depan super canggih yang dibuat sangat kecil. Bahkan untuk memegangnya saja tidak bisa menggunakan tangan kosong. Ukuran dari nanoteknologi ini hanya 1/semilyar meter sama dengan ketebalan rambut yang dibelah menjadi 50.000 bagian.
Nanoteknologi ini dapat memudahkan manusia untuk memanipulasi partikel kecil, sekecil atom. Tujuan dari nanoteknologi sendiri adalah untuk menciptakan material-material masa depan, mesin-mesin, dan robot-robot yang memiliki urukuran sangat kecil. Material-material yang diciptakan dari nantoteknologi ini akan lebih kuat dari intan, memiliki berat yang super ringan, tahan disegala cuaca ekstrim, mampu menghantarkan listrik, dan yang penting ramah lingkungan.


Driverless Car



Driverless car adalah kendaraan yang dapat mendorong dirinya dari satu titik ke titik lain tanpa bantuan dari sopir, dengan kata lain sistem autopilot. Teknologi-teknologi pendukung mobil tanpa pengemudi sudah ada seperti GPS, line departure warning system dan self-parking feature.


Space Elevator



Space elevator ini merupakan elevator ruang angkasa dengan kabin berkapasitas 30 orang yang akan membawa manusia dari bumi menuju statiun luar angkasa dalam waktu delapan hari.

Sumber :


Read More »

Jumat, 04 November 2016

Kepemimpinan (Leadership)


Teori dan Arti Penting Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah suatu kekuatan yang menggerakkan perjuangan atau kegiatan yang menuju sukses. Kepemimpinan dapat juga diartikan sebagai proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi aktivitas kelompok dalam rangka perumusan dan pencapaian tujuan.
Pemimpin pada hakikatnya adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain didalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaannya. Kekuasaan itu sendri merupakan suatu kemampuan untuk mengarahkan dan mempengaruhi bawahan sehubungan dengan tugas-tugas yang dilaksanakan.
Dalam proses kepemimpinan telah muncul beberapa teori kepemimpinan. Didalam teori kepemipinan terdapat beberapa macam teori, yaitu :

1. Great Man Theory
Teori ini mengatakan bahwa pemimpin besar (great leader) dilahirkan, bukan dibuat (leader are born, not made). Teori great man didasarkan pada gagasan bahwa setiap kali ada kebutuhan, maka munculah seorang manusia yang luar biasa dan memecahkan masalah. teori ini secara garis besar merupakan penjelasan tentang orang besar dengan pengaruh individualnya berupa charisma, intelegensi, kebijaksanaan, atau dalam bidang politik tentang kebijaksanaan yang berdampak terhadap sejarah.
2. Teori Sifat
Teori sifat kepemipinan membedakan pada pemimpin dari mereka yang bukan pemimpin dengan cara berbagai sifat dan karakteristik pribadi masing-masing. Pada teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemipin ditentukan oleh sifat-sifat atau ciri-ciri yang dimilikinya. Dalam mencari ciri-ciri kepemimpinan yang dapat diukur, para peneliti menggunakan dua pembanding yaitu mereka berusaha membandingkan ciri-ciri dari dua orang yang muncul sebagai pemimpin dengan ciri tidak demikian dengan membandingkan mereka yang memiliki ciri pemimpin yang efektif. Adapun kelemahan dari seorang pemipin pada teori sifat diantaranya sebagai berikut :
    1. Terlampau banyak sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.
    2. Mengabaikan unsur follower dan situasi serta pengaruhnya terhadap efektivitas pemimpin.
    3. Tidak semua cocok untuk segala situasi.
    4. Terlampau banyak memusatkan pada sifat-sifat kepemimpinan dan mengabaikan apa yang sebenarnya dilakukan oleh pemimpin.
3. Teori Perilaku
Teori perilaku disebut juga dengan teori sosial dan merupakan sanggahan terhadap teori genetis. Teori ini tidak menekankan pada sifat-sifat atau kualitas yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin tetapi memusatkan pada bagaimana cara aktual seorang pemimpin dalam berperilaku dalam mempengaruhi orang lain dan hal ini dipengaruhi oleh gaya masing-masing pemimpin. Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok kearah pencapaian tujuan. Teori ini memandang bahwa kepemimpinan dapat dipelajari dari pola tingkah laku, bukan dari sifat-sifat seorang pemimpin.
4. Kepemimpinan Situasional
Teori Kepemimpinan Situasional adalah suatu pendekatan terhadap kepemimpinan yang menganjurkan pemimpin untuk memahami perilaku bawahan, dan situasi sebelum menggunakan perilaku kepemimpinan tertentu. Teori ini muncul sebagai reaksi terhadap teori perilaku yang menempatkan perilaku pemimpin dalam dua kategori yaitu otokratis dan demokratis. Teori ini menitikberatkan pada berbagai gaya kepemimpinan yang paling efektif diterapkan dalam situasi tertentu. Keefektifan kepemimpinan tidak tergantung pada gaya tertentu terhadap suatu situasi, tetapi tergantung pada ketepatan pemimpin berperilaku sesuai dengan situasinya.
Tipologi Kepemimpinan

Banyak gaya yang digunakan untuk menidentifikasikan tipe-tipe pemimpin. Salah satu tipologi yang umum dikenal ialah yang menyatakan bahwa para pejabat pimpinan pada dasarnya dikategorikan lima tipe, yaitu :


1. Tipe Otokratik
Dalam hal ini pengambilan keputusan seorang manajer yang otokratik akan bertindak sendiri dan memberitahukan kepada bawahannya bahwa ia telah mengambil keputusan tertentu dan para bawahannnya itu hanya berperan sebagai pelaksana karena mereka tidak dilibatkan sama sekali dalam proses pengambilan keputusan. Dalam memelihara hubungan dengan para bawahannnya, manajer yang otokratik biasanya menggunakan penedekatan formal berdasarkan kedudukan dan statusnya. Seorang pemimpin yang bergaya otokratik biasanya berorientasi pada kekuasaan, bukan berorintasi relasional. Dapat disimpulkan bahwa gaya otokratik bukan yang didambakan oleh para bawahan dalam mengelola suatu organisasi karena unsur manusia sering diabaikan.
2. Tipe Paternalistik
Seorang pemimpin yang paternalistik dalam menjalankan organisasi menunjukkan kecenderungan-kecenderungan sebagai berikut :
    1. Dalam hal pengambilan keputusan kecendrungannya ialah menggunakan cara mengambil   keputusan sendiri, kemudian menjual kepada para bawahannya tanpa melibatkan para       bawahan dalam pengambilan keputusan.
    2. Hubungan dengan bawahan lebih banyak bersifat bapak dan anak.
    3. Dalam menjalankan fungsi-fungsi kepemimpinannya, pada umumnya bertindak atas dasar pemikiran kebutuhan fisik para bawahannya sudah terpenuhi. Apabila sudah terpenuhi maka para bawahan akan mencurahkan perhatian pada pelaksanaan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Orientasi kepemimpinan dengan gaya paternalistik ditujukan pada dua hal, yaitu penyelesaian tugas dan terpeliharanya hubungan baik dengan para bawahannya sebagaimana seorang bapak akan selalu berusaha memelihara hubungan yang serasi dengan anak-anaknya.
3. Tipe Kharismatik
Pemahaman yang lebih mendalam tentang kepemimpinan yang bersifat kharismatik menunjukan bahwa sepanjang persepsi yang dimilikinya tentang keseimbangan antara Pelaksanaan tugas dan pemeliharaan hubungan dengan para bawahan seorang pemimpin kharismatik nampaknya memberikan penekanan pada dua hal tersebut, artinya ia berusaha agar tugas-tugasnya terselenggara dengan sebaik-baiknya dan sekaligus memberikan kesan bahwa pemeliharaan hubungan dengan para bawahan didasarkan pada relasional dan bukan orientasi kekuasaan.
4. Tipe Laissez Faire
Persepsi pimpinan yang Laissez Faire tentang pentingnya pemeliharaan keseimbangan antara orientasi pelaksanaan tugas dan orientasi pemeliharaan hubungan sering terlihat bahwa aksentuasi diberikan pada hubungan ketimbang pada penyelaisan tugas. Titik tolak pemikiran yang digunakan ialah bahwa jika dalam organisasi terdapat hubungan yang intim antara seorang pemimpin dengan para bawahan, dengan sendirinya para bawahan itu akan terdorang kuat untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya secara bertanggung jawab. Masalahnya terletak pada persepsi pimpinan yang didasarkan pada asumsi-asumsi tertentu yang tidak sesuai dengan sifat dasar manusia.
5. Tipe Demokratik
Pandangan yang dominan tentang tipe kepemimpinan yang demokratik yang dipandang paling ideal. Meskipun tidak ada jaminan bahwa organisasi akan berjalan mulus. Pada umumnya didasari bahwa adanya biaya yang harus dipikul oeleh organisasi dengan adanya kepemimpinan demokratik.
Ciri pemimpin yang demokratik dalam hal pengambilan keputusan tercermin pada tindakannya mengikutsertakan para bawahan dalam seluruh proses pengambilan keputusan. Pemeliharaan hubungan tipe demokratik biasanya memberikan penekanan kuat pada adanya hubungan yang serasi, dalam arti terpeliharanya keseimbangan antara hubungan yang formal dan informal. Seorang pemimpin yang demokratik cenderung memperlakukanbawahannya sebagai rekan kerja, juga menjaga keseimbangan antara orientasi penyelesaian tugas dan orientasi hubungan yang bersifat relasional.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepemimpinan

Untuk keberhasilan dalam pencapaian sutu tujuan diperlukan seorang pemimpin yang profesional, dimana ia memahami akan tugas dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin, serta melaksanakan peranannya sebagai seorang pemimpin.
Disamping itu pemimpin harus menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan bawahan, sehingga terciptanya suasana kerja yang membuat bawahan merasa aman, tentram, dan memiliki suatu kebebasan dalam mengembangkan gagasannya dalam rangka tercapai tujuan bersama yang telah ditetapkan.
Menurut Hadari (2003;70) menjelaskan bahwa unsur-unsur dalam kepemimpinan adalah
  1. Adanya seseorang yang berfungsi memimpin, yang disebut pemimpin (leader).
  2. Adanya orang lain yang dipimpin.
  3. Adanya kegiatan yang menggerakkan orang lain yang dilakukan dengan mempengaruhi dan pengarahkan perasaan, pikiran, dan tingkah lakunya.
  4. Adanya tujuan yang hendak dicapai dan berlangsung dalam suatu proses di dalam organisasi, baik organisasi besar maupun kecil.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan Davis menyimpulkan ada empat faktor yang mempengaruhi kepemimpinan dalam organisasi, yaitu :
  • Kecerdasan : seorang pemimpin harus mempunyai kecerdasan yang melebihi para anggotanya.
  • Kematangan dan keluasan sosial (Social manutary and breadth) : seorang pemimpin biasanya memiliki emosi yang stabil, matang, memiliki aktivitas dan pandangan yang ckup matang.
  • Motivasi dalam dan dorongan prestasi (Inner motivation and achievement drives) : dalam diri seorang pemimpin harus mempunyai motivasi dan dorongan untuk mencapai suatu tujuan.
  • Hubungan manusiawi : pemimpin harus bisa mengenali dan menghargai para anggotanya Menurut Greece, di dalam suatu organisasi, hubungan antara bawahan dengan pimpinan bersifat saling mempengaruhi.
Implikasi Manajerial Kepemimpinan dalam Organisasi

Sebab yang terjadi bila implikasi manajerial kepemimpinan dalam organisasi adalah akan menciptakan kepemimpinan yang baik karna adanya proses manajemen yang direncakan, karena induk dari sebuah perusahaan adalah pemimpin jadi bila pemimpin nya berkualitas maka perusahaan tersebut akan menjukukan kualitasnya.


Sumber :
http://www.artikelsiana.com/2015/08/pengertian-kepemimpinan-fungsi-sejarah.html
https://erikamaharanimh.wordpress.com/2015/06/05/teori-dan-arti-penting-kepemimpinan/
https://azwinazeh.wordpress.com/2014/10/21/tipologi-kepemimpinan/
http://erlanggaba.blogspot.co.id/2013/06/faktor-yang-mempengaruhi-kepemimpinan.html
Read More »

Minggu, 30 Oktober 2016

BAB 3 Teori Pengambilan Keputusan


Definisi dan Dasar Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final. Keluarannya bisa berupa suatu tindakan atau suatu opini terhadap pilihan. Keputusan dibuat untuk mencapai tujuan melalui pelaksanaan atau tindakan.

Definisi Pengambilan Keputusan Menurut Para Ahli :
  • Menurut George R. Terry pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.
  • Menurut Sondang P. Siagian pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling cepat.
  • Menurut James A. F. Stoner pengambilan keputusan adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan masalah.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan adalah tindakan yang diambil dengan sengaja, tidak secara kebetulan, dengan memilih berbagai alternatif yang tersedia dengan penentuan yang matang dengan tujuan menyelesaikan suatu permasalahan.

Dasar pengambilan keputusan
Menurut George R.Terry dan Brinckloe disebutkan dasar-dasar pendekatan dari pengambilan keputusan yang dapat digunakan yaitu :

  1. Intuisi
    Pengambilan keputusan yang didasarkan atas intuisi atau perasaan memiliki sifat subjektif sehingga mudah terkena pengaruh. Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi ini mengandung beberapa keuntungan dan kelemahan.
  2. Pengalaman
    Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis, karena pengalaman seseorang dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat diperhitungkan untung ruginya terhadap keputusan yang akan dihasilkan.
  3. Fakta
    Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat memberikan keputusan yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap pengambilan keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan-keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.
  4. Wewenang
    Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya. Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan.
  5. Logika/Rasional
    Pengambilan keputusan yang berdasarkan logika ialah suatu studi yang rasional terhadap semuan unsur pada setiap sisi dalam proses pengambilan keputusan. Pada pengambilan keputusan yang berdasarkan rasional, keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan, konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan.
    Pada pengambilan keputusan secara logika terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
    • Kejelasan masalah : Tidak ada keraguan dan kekaburan masalah.
    • Orientasi tujuan : Kesatuan pengertian tujuan yang ingin dicapai.
    • Pengetahuan alternatif : Seluruh alternatif diketahui jenisnya dan konsekuensinya.
    • Preferensi yang jelas : Alternatif bisa diurutkan sesuai kriteria.
    • Hasil maksimal : Pemilihan alternatif terbaik didasarkan atas hasil ekonomis yang maksimal.
Jenis-jenis Keputusan Organisasi

Jenis keputusan dalam sebuah organisasi dapat digolongkan berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan untuk mengambil keputusan tersebut, bagian mana organisasi harus dapat melibatkan dalam mengambil keputusan dan pada bagian organisasi mana keputusan tersebut difokuskan.
Jenis keputusan terbagi menjadi dua bagian, yaitu :
  • Keputusan rutin (Keputusan terprogram/terstruktur)
    Keputusan Rutin adalah Keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang serta biasanya telah dikembangkan untuk mengendalikannya. Contohnya keputusan pemesanan barang.\
  • Keputusan tidak rutin (Keputusan tidak terprogram/tidak terstruktur)
    Keputusan tidak Rutin adalah Keputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain merupakan contoh keputusan tidak terprogram.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan

Menurut George R.Terry (1989) faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan sebagai berikut:
  1. Hal-hal yang berwujud maupun tidak berwujud, yang emosional maupun rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan;
  2. Setiap keputusan nantinya harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi;
  3. Setiap keputusan janganlah berorientasi pada kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan orang lain;
  4. Jarang sekali ada 1 pilihan yang memuaskan;
  5. Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental. Dari tindakan mental ini kemudian harus diubah menjadi tindakan fisik;
  6. Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang  cukup lama;
  7. Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang baik;
  8. Setiap keputusan hendaknya dikembangkan, agar dapat diketahui apakah keputusan yang diambil itu betul; dan
  9. Setiap keputusan itu merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya.
Kemudian terdapat 6 faktor lain yang juga ikut mempengaruhi pengambilan keputusan, yaitu :
  1. Fisik
    Didasarkan pada rasa yang dialami pada tubuh, seperti rasa tidak nyaman, atau kenikmatan. Ada kecenderungan menghindari tingkah laku yang menimbulkan rasa tidak senang, sebaliknya memilih tingkah laku yang memberikan kesenangan.
  2. Emosional
    Didasarkan pada perasaan atau sikap. Orang akan bereaksi pada suatu situasi secara subjective.
  3. Rasional
    Didasarkan pada pengetahuan orang-orang mendapatkan informasi, memahami situasi dan berbagai konsekuensinya.
  4. Praktikal
    Didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan melaksanakan. Seseorang akan menilai potensi diri dan kepercayaan dirinya melalui kemampuanya dalam bertindak.
  5. Interpersonal
    Didasarkan pada pengaruh jaringan sosial yang ada. Hubungan antar satu orang keorang lainnya dapat mempengaruhi tindakan individual.
  6. Struktural
    Didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi dan politik. Lingkungan mungkin memberikan hasil yang mendukung atau mengkritik suatu tingkah laku tertentu.
Implikasi Manajerial dalam Pengambilan Keputusan

Proses Pengambilan Keputusan dalam partisipatif dalam organisasi sekolah Manajerial yang baik. Rendahnya kemampuan kepala sekolah akan berpengaruh terhadap perolehan dukungan dari masyarakat khususnya dukungan dalam mengambilan keputusan yang dikeluarkan sekolah terkait dengan kebijakan dan rencana program pengembangan sekolah.
Macam-macam implikasi pengambilan keputusan, yaitu :
  1. Gaya pengambilan keputusan
  2. Gaya direktif (Pengarahan)
    suatu gaya pengambilan keputusan dengan ambiguitas/ketidakjelasan yang rendah dan cara berpikirnya yang rasional.
  3. Gaya analitis
    suatu gaya pengambilan keptusan dengan toleransi yang tinggi terhadap ambiguitas/ketidakjelasan dan cara berpikirnya rasional.
  4. Gaya konseptual
    suatu gaya pengambilan keputusan dengan toleransi yang tinggi untuk ambiguitas/ketidakjelasan dan cara berpikir intuitif yang tinggi juga.
  5. Gaya perilaku
    suatu gaya pengambilan keputusan dengan toleransi yang rendah untuk ambiguitas/ketidakjelasan dengan cara berpikir intuitif yang tinggi.


Sumber :
http://www.landasanteori.com/2015/09/pengertian-pengambilan-keputusan_18.html
http://erlanggaba.blogspot.co.id/2013/05/implikasi-manajerial-dalam-pengambilan.html


Read More »

Kamis, 27 Oktober 2016

Trend Inovasi Masa Kini

Semakin berkembangnya zaman inovasi teknologi tidak akan berhenti begitu saja, seiring waktu teknologi akan terus menerus berkembang. Inovasi teknologi pun sangat berguna bagi kehidupan manusia dan membuat hidup kita menjadi lebih mudah.

"APA ITU INOVASI?"

Inovasi adalah sebuah proses pembaruan dalam unsur kebudayaan masyarakat, yakni teknologi. Dalam kata lain, inovasi juga dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk memperkenalkan hal-hal baru atau penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau sudah dikenal sebelumnya. Dari pengertian inovasi tersebut, sesuatu dapat dikatakan inovatif jika memenuhi tiga syarat, yaitu :
  • Baru
  • Berbeda dari yang sudah ada
  • Bermanfaat bagi orang lain dan inovator
Berikut ini merupakan macam-macam trend inovasi masa kini :

- Drone




Pada awalnya drone merupakan fasilitas yang hanya digunakan oleh pihak militer maupun pemerintah. Meskipun demikian, saat ini penggunaan drone sudah semakin meluas. Drone itu sendiri merupakan pesawat tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh. Pesawat drone sudah mulai dikembangkan untuk keperluan jurnalistik, misalnya untuk memotret, merekam video dan pengumpulan data. Selain itu juga mulai dipergunakan untuk pengiriman barang dan makanan. Drone sendiri masih dikendalikan secara manual atau menggunakan remote kontrol. 

- PhoneDrone




Selain drone, ada sebuah inovasi drone yang dapat menarik perhatian yaitu PhoneDrone. Perusahaan Xcraft yang berkecimpung di dunia penerbangan drone menciptakan drone generasi terbaru yang khusus digunakan untuk mengangkut ponsel, khususnya smarthphone. PhoneDrone berbentuk quadcopter dengan 4 baling-baling dan sebuah wadah smartphone di bagian tengah. Untuk kendalinya membutuhkan smarthphone lain untuk menggerakkan drone pintar ini. PhoneDrone mendukung sistem operasi besar seperti Android, iOS, dan apple watch. Otomatis PhoneDrone memiliki fitur First Person View (FPV) dimana kita bisa melihat gambaran yang ditangkap kamera secara real-time.

- Printer 3D



Printer 3D merupakan sebuah inovasi teknologi percetakan terbaru pada saat ini. Printer 3D adalah alat cetak dalam bentuk 3 dimensi, juga dikenal sebagai prototipe cepat atau stereolithography, dimana sebuah objek 3 dimensi dibuat dengan meletakkan lapisan berturut-turut beberapa bahan.

-Virtual Reality (VR)



Virtual reality merupakan inovasi teknologi terbaru saat ini. Teknologi ini membuat penggunanya dapat berinteraksi dengan lingkungan yang ada didalam dunia maya yang disimulasikan oleh komputer.

-Tango



Sebuah ponsel prototipe yang diciptakan Google dengan kemampuan untuk mempelajari keadaan sekitar. Seperti dimensi sebuah ruang layaknya sedang berada di bilik itu sendiri atau sedang digerakkan.Jadi jika pengguna sedang membawa perangkat dan berjalan di sekitar rumah, maka perangkat akan mampu mempelajari bentuk rumah, menciptakan peta yang lebih tepat dan akurat dan akhirnya akan membantu Google Maps menjadi lebih aktual di masa mendatang.



Sumber:
Read More »

Sabtu, 15 Oktober 2016

BAB 2 Kerjasama Kelompok (Team Work)


Pengertian dan Karakteristik Kelompok

Kelompok adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang memiliki kepentinganyang sama dan saling bergantung untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama. Dikatakan menjadi sebuah kelompok atau team memiliki karakteristik atau ciri-ciri berikut ini :


  1. Terdiri dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik  secara verbal maupun non verbal.
  2. Anggota kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok
  3. Mempunyai struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara bersama dan berfungsi sebagai suatu unit.
  4. Anggota kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
  5. Individu yang tergabung dalam kelompok, saling mengenal satu sama lain serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.
Tahapan Pembentukan Kelompok

Model pembentukan suatu kelompok pertama kali diajukan oleh Bruce Tackman (1965). Teori ini dikenal sebagai salah satu teori pembentukan kelompok yang terbaik dan menghasilkan banyak ide-ide lain setelah kosep ini dicetuskan.
  1. Tahap pembentukan ( Forming )
    Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum saling percaya.
  2. Tahap konflik ( Storming )
    Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah yang harus mereka selesaikan. Anggota kelompok saling terbuka dan mengkonfrontasi ide-ide dan perspektif mereka masing-masing. Pada beberapa kasus, tahap storming cepat selesai. Namun ada pula yang mandenk pada tahap ini.
  3. Tahap pembentukan norma ( Norming )
    Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas. Anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi masing-masing anggota untuk kelompok.
  4. Tahap penunjukkan kinerja ( Performing )
    Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal. Anggota kelompok saling bergantung satu sama lainnya dan mereka saling respect dalam berkomunikasi.
  5. Tahap pembubaran ( Adjourning dan Transforming )
    Tahap dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap mana pun ketika mereka mengalami perubahan.
Kekuatan Team Work

Team work atau kerjasama tim merupakan bentuk kerja kelompok yang bertujuan untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya. Dalam sebuah tim yang dibutuhkan adalah kemauan untuk saling bergandengan tangan menyelesaikan pekerjaan. Saling mengerti dan mendukung satu sama lain merupakan kunci kesuksesan dari teamwork.
Berikut poin-poin teamwork yang baik:

  • Teamwork adalah kerjasama dlm tim yang biasanya dibentuk dari beragam divisi dan kepentingan.
  • Sama-sama bekerja bukanlah teamwork, itu adalah kerja individual.
  • Filosofi teamwork: ‘saya mengerjakan apa yang Anda tidak bisa dan Anda mengerjakan apa yang saya tidak bisa.
  • Ketika berada dalam teamwork, segala ego pribadi, sektoral, deparmen harus disingkirkan.
  • Dalam teamwork yang dikejar untuk dicapai adalah target bersama, bukan individual.
  • Keragaman individu dalam teamwork memang sebuah nilai plus namun bisa menjadi minus jika tidak ada saling pengertian.
  • Saling pengertian terhadap karakter masing-masing anggota team akan menjadi modal sukses bersama.
  • Jika setiap orang bekerjasama via bidang masing-masing, target korporasi pasti akan segera terealisasi.



Read More »

BAB 1 Komunikasi

Pengertian dan Arti Penting Komunikasi

Manusia adalah makhluk sosial, dimana kegiatannya tidak lepas dari berinteraksi dan berkomunikasi satu dengan yang lain. Komunikasi adalah penyampaian pesan dari komunikator (sender) kepada komunikan (receiver) melalui media tertentu dan menyebabkan respon. Yang terpenting komunikasi dalam sebuah organisasi harus efektif dan efisien. Komunikasi yang efektif terjadi bila artian yang dimaksudkan oleh pengirim berita dan artian yang ditangkap oleh penerima berita itu sama dan satu. Sedangkan komunikasi yang efisien terjadi bila biayanya minimum berdasar sumber daya yang dimanfaatkan. Komunikasi dapat menghubungkan antara bagian yang berbeda atau disebut rantai pertukaran informasi. Hal ini mengandung unsur-unsur :

  1. Sebagai kegiatan seseorang untuk mengerti,
  2. Sebagai sarana pengendalian informasi,
  3. Sebagai sistem bagi terjalinnya komunikasi diantara individu-individu.



Jenis dan Proses Komunikasi




Jenis-jenis komunikasi, yaitu :

1. Komunikasi menurut cara penyampaiannya
a. Komunikasi lisan 
  • Komunikasi lisan secara langsung adalah komunikasi yang dilakukan secara langsung dimana dua orang atau lebih saling bertatap muka tanpa dibatasi oleh jarak. Misalnya dialog dua orang, wawancara, pidato.
  • Komunikasi lisan secara tidak langsung adalah komunikasi yang dilakukan secara tidak langsung melalui perantara karena dibatasi oleh jarak. Misalnya komunikasi melalui telepon.
b. Komunikasi tertulis 
Komunikasi yang dilakukan dalam bentuk tulisan seperti surat yang sifatnya jelas dan dapat dimengerti tanpa adanya komunikasi secara langsung.
 2. Komunikasi menurut perilaku
a. Komunikasi formal 
Komunikasi yang terjadi dantara anggota organisasi/perusahaan yang dimana tata             caranya sudah diatur dalam struktur organasi. 
b. Komunikasi informal 
Komunikasi yang terjadi pada suatu organisasi/perusahaan yang tidak mendapat pengakuan resmi dan mungkin tidak berpengaruh terhadap organisasi/perusahaan. misalnya desas-desus, 
c. Komunikasi non formal 
Komunikasi non formal merupakan jembatan antara komunikasi formal dengan komunikasi informal yang dapat memperlancar penyelesaian tugas resmi, serta dapat mengarahkan komunikasi informal kepada komunikasi formal. 
3. Komunikasi menurut ruang lingkup
a. Komunikasi internal   
Komunikasi yang berlangsung dalam ruang lingkup atau lingkungan organisasi atau perusahaan yang terjadi diantara anggota organisasi atau perusahaan tersebut saja. Komunikasi Internal ini dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu : 
  • Komunikasi Vertikal, yaitu komunikasi yang terjadi dalam bentuk komunikasi dari atasan kepada bawahan, misalnya perintah, teguran, pujian, petunjuk dan sebagainya. 
  • Komunikasi Horizontal, yaitu komunikasi yang terjadi di dalam ruang lingkup organisasi/ kantor diantara orang-orang yang mempunyai kedudukan sejajar. 
  • Komunikasi Diagonal, yaitu komunikasi yang terjadi di dalam ruang lingkup organisasi atau kantor diantara orang – orang yang mempunyai kedudukan tidak sama pada posisi tidak sejalur vertikal. 
b. Komunikasi eksternal 
Komunikasi yang berlangsung antara organisasi atau perusahaan dengan pihak masyarakat yang ada di luar organisasi atau perusahaan tersebut. 
4. Komunikasi menurut aliran informasi
a. Komunikasi satu arah (simplex) 
Komunikasi yang berlangsung dari satu pihak saja (one way communication). Pada umumnya komunikasi ini terjadi dalam keadaan mendesak atau darurat atau yang terjadi karena sistem yang mengaturnya harus demikian, misalnya untuk menjaga kerahasiaan atau untuk menjaga kewibawaan pimpinan. 
b. Komunikasi dua arah (duplex) 
Komunikasi yang bersifat timbal balik (two ways communication). Dalam hal ini komunikasi diberi kesempatan untuk memberikan respons atau feed back kepada komunikatornya. 
c. Komunikasi ke atas 
Komunikasi yang terjadi dari bawahan kepada atasan. 
d. Komunikasi ke bawah 
Komunikasi yang terjadi dari atasan kepada bawahan. 
e. Komunikasi ke samping 
Komunikasi yang terjadi diantara orang yang memiliki kedudukan sejajar.

Komunikasi Efektif
Komunikasi efektif adalah saling bertukar informasi, ide, kepercayaan, perasaan dan sikap antara dua orang (komunikator dan komunikan) atau berupa kelompok yang hasilnya sesuai dengan harapan dari respon yang diterima, dan mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) dengan penyampaian informasi pada orang yang terlibat dalam komunikasi tersebut.
Tujuan dari komikasi efektif yaitu memberikan kemudahan dalam memahami pesan yang diberikan oleh komunikator dapat dimengerti oleh komunikan.

Implikasi Manajerial
Implikasi manajerial adalah keterlibatan berbagai komponen dari suatu manajemen seperti sumber daya (kualitas, kapasitas, efektivitas dan efisiensi), kebijakan, aktivitas tertentu yang bisa memberikan kontribusi sekaligus mempengaruhi tingkat produktifitas suatu organisasi dalam perusahaan. Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu :

  1. Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
  2. implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.




Sumber :
https://saipudinikhwan.wordpress.com/2014/01/04/jenis-jenis-komunikasi/
http://reframepositive.com/pengertian-komunikasi-efektif/
http://www.pengertianmenurutparaahli.net/pengertian-implikasi-dan-contohnya/
Read More »

Jumat, 07 Oktober 2016

Perbedaan SI dan TI

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang Apa itu SI & TI? mungkin beberapa dari kalian masih ada yang bingung dengan perbedaan antara Sistem Informasi (SI) & Teknologi Informasi (TI). Berikut penjelasannya..

Pengertian SI dan TI
Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang digunakan untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi.
Sedangkan, Teknologi Informasi (TI) adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.

Perkembangan SI
Dalam perkembangannya, sistem informasi (SI) melalui empat tahapan dalam perkembangan komunikasi dan informasi, berikut ini adalah tahapannya :

  • Pra Mekanik
    Pada periode ini, komunikasi menggunakan simbol untuk menyampaikan informasi. Pada tahun 3000-2000 sebelum masehi, manusia menggunakan gambar juga untuk menyampaikan pesan. Contohnya adalah bangsa Fenisia yang mendiami Timur Tengah (saat ini Lebanon) menciptakan model yang sama. Bangsa Yunani Kuno mengadaptasi simbol milik bangsa Fenisia dengan menambahkan huruf vokal yang membuatnya mudah digunakan. Yang mana saat ini menjadi alfabet yang kita kenal dan gunakan saat ini. Pembuatan buku dari papirus yang dilekatkan dimulai pada tahun 600 sebelum masehi. Setelah itu ada bangsa Mesir Kuno yang menciptakan sistem angka, sehingga juga mengarahkan pada penemuan alat bantu hitung yang disebut abakus.
  • Mekanik
    Masa ini termasuk dalam masa abad pertengahan. Dimana orang sudah menggunakan peralatan untuk menyimpan, mengolah dan merekam informasi. Salah satu penemuan terpenting dalam masa ini adalah mesin cetak Gutenburg dari Jerman. Pada tahun 1600, komputer atau mesin hitung pertama kali diciptakan oleh Blaise Pascal. Komputer ini disebut sebagai Pascaline dan dianggap sebagai titik awal mesin menggantikan otak manusia dalam menghitung data.
  • Elektromekanik
    Pada periode ini diciptakan telepon dan kode Morse untuk digunakan dalam komunikasi jarak jauh secara langsung. Kemudian diperkenalkan komputer pertama yang digunakan untuk menyimpan program dan data pada awal 1948. Komputer tersebut adalah Dubbed Manchester Mark 1. Komputer ini adalah awal penemuan teknologi selanjutnya yang sekarang menjadi komputer, laptop, tablet dan smartphone.
  • Elektronik
    Jean Hoerni mengembangkan transistor planar pada tahun 1957. Alat ini dapat mengintegrasikan semua sirkuit yang diciptakan tahun-tahun selanjutnya. Pada tahun 1960, Departemen Pertahanan Amerika Serikat mendirikan ARPANET (Advanced Research Project Agency NETwork) yang mana ini adalah cikal bakal dari Internet yang anda gunakan sekarang ini. Pada saat itu ARPANET hanya digunakan untuk pemerintah, penelitian dan universitas. Peneliti dari MIT yang bernama Licklider memperluas ARPANET ke jaringan komputer di seluruh dunia untuk interaksi sosial. Ini terjadi pada tahun 1962. Pada tahun 1968, Andrew Grove, Gordon Moore dan Robert Noyce telah menciptakan mikrochip pertama kalinya. Mereka lalu menjual rancangan tersebut kepada intel untuk diproduksi secara massal.

Setelah keempat era ini, perkembangan teknologi berlangsung secara cepat. Ditemukannya sistem operasi UNIX, komputer dari Apple, sistem operasi Windows, Linux, era dot com dan masih penemuan terbaru lainnya.

Perkembangan TI
Penyebab utama terjadinya era globalisasi adalah karena perkembangan pesat teknologi informasi. Dalam perkembangannya teknologi informasi (TI) memiliki empat era perkembangan teknologi informasi, yaitu :

  • Era Komputerisasi
    Periode ini dimulai sekitar Tahun 1960-an ketika mini computer dan mainframe diperkenalkan perusahaan seperti IBM ke dunia industri. Pemakaian komputer dimasa ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, karena terbukti untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu, mempergunakan komputer jauh lebih efisien. keperluan organisasi yang paling banyak menyita waktu komputer pada saat itu adalah untuk administrasi back office terutama yang berhubungan dengan akuntansi / keuangan.
  • Era Teknologi Informasi
    Di awal tahun 1970-an, teknologi PC atau personal computer mulai diperkenalkan sebagai alternatif pengganti mini computer. Di era kedua ini setiap individu  di organisasi dapat memanfaatkan kecanggihan komputer seperti untuk mengolah database, spreadsheet, maupun data processing (end-user computing). Pada era inilah komputer memasuki babak barunya, yaitu sebagai suatu fasilitas yang dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan, terutama yang bergerak dibidang pelayanan/jasa. Di awal tahun 1980-an, salah satu teori yang paling banyak dipelajari dan diterapkan adalah mengenai manejemen perubahan (change management).
  • Era Sistem Informasi
    Tidak seperti pada kedua era sebelumnya yang lebih menekankan pada unsur teknologi, pada era manejemen perubahan ini yang lebih ditekankan adalah sistem  informasi, dimana komputer dan teknologi informasi merupakan komponen dari sistem tersebut. Ditekankan oleh beberapa ahli manajemen, bahwa perusahaan yang menguasai informasilah yang memiliki keunggulan kompetitif didalam lingkungan makro "regulated free market". Organisasi tradisional melihat struktur perusahaan sebagai kunci utama pengukuran kinerja, sehingga semuanya diukur secara hirarkis berdasarkan divisi-visi atau departemen. Dimana persaingan bebas telah menyebabkan customers harus pandai-pandai memilih produk yang beragam dipasaran, proses penciptaan produk atau pelayanan (pemberian jasa) kepada pelanggan merupakan kunci utama kinerja perusahaan. Keadaan ini sering diasosiasikan dengan istilah- istilah manejemen seperti "market driven" atau "Customer base company" yang pada intinya sama, yaitu kinerja perusahaan akan dinilai dari kepuasaan para pelanggannya. Disinilah peranan sistem informasi sebagai komponen utama dalam memberikan keunggulan kompetitif perusahaan. Oleh karena itu, kunci dari kinerja perusahaan adalah pada proses yang terjadi baik dalam perusahaan (back office) maupun yang langsung bersinggungan dengan pelanggan (front office). Bahwa di era tahun 1990-an terlihat banyak sekali perusahaan yang melakukan BPR (business process reengineering), re-strukturisasi, implementasi ISO-9000, implementasi TQM, instalasi dan pemakaian sistem informasi Korporat (SAS, ORACLE,BAAN) dan lain sebagainya.
  • Era Globalisasi Informasi
    Era terakhir ini ke dalam sejarah evolusi teknologi informasi. Pertengahan tahun 1980-an, perkembangan dibidang teknologi informasi. Para praktisi teknologi informasi yang dahulu bekerja sama dalam penelitian untuk memperkenalkan internet ke dunia industri pun secara jujur mengaku bahwa mereka tidak pernah menduga perkembangan internet akan menjadi seperti ini. Transaksi-transaksi perdagangan dapat dengan mudah dilakukan di cyber space melalui electronic transaction dengan mempergunakan electronic money.

Perbedaan SI dan TI
Perbedaan antara Sistem Informasi dan Teknologi Informasi yaitu, sistem informasi adalah sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya dan mencangkup seluruh sistem didalam perusahaan secara keseluruhan termasuk teknologi informasi, akuntansi, manajemen di dalamnya.
Sedangkan teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari pengirim ke penerima sehingga lebih cepat, lebih luas penyebarannya dan lebih lama penyimpanannya kemudian teknologi informasi ada untuk membantu/menunjang kegiatan sistem informasi, diantaranya pembuatan hardware, software, network, database.

Contoh Penerapannya
Dalam Sistem Informasi
Berikut ini adalah contoh penerapan sistem informasi dalam kehidupan sehari-hari :

  1. Sistem reservasi pesawat terbang: digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani pemesanan/pembelian tiket.
  2. E-government atau sistem informasi layanan pemerintahan yang berbasis Internet.
  3. Sistem POS (point-of-sale) yang diterapkan pada kebanyakan pasar swalayan dengan dukungan pembaca barcode untuk mempercepat pemasukan data.
  4. Sistem layanan akademis berbasis Web yang memungkinkan mahasiswa memperoleh data-data akademis atau bahkan dapat mendaftarkan mata kuliah-mata kuliah yang diambil pada semester baru.
  5. Sistem biometrik yang dapat mencegah orang yang tak berwewenang memasuki fasilitas-fasilitas rahasia atau mengakses informasi yang bersifat rahasia dengan cara menganalisa sidik iari atau retina mata.

Dalam Teknologi Informasi
Berikut ini adalah contoh penerapan Teknologi Informasi :

  1. Dalam bidang kesehatan digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan komputer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien.
  2. Dalam sektor perbankan telah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. 
  3. Dalam bidang bisnis dimanfaatkan untuk sarana perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. 
  4. Dalam perusahaan menerapkan Enterprice Resource Planning (ERP). 



Sumber :
http://fairuzelsaid.com/konsep-dasar-sistem-informasi/#more-672
https://kangriyanto.wordpress.com/2011/04/01/penerapan-teknologi-informasi-dalam-kehidupan-sehari-hari/
http://iswanticha.blogspot.co.id/2013/04/perbedaan-teknologi-informasi-dengan.html
http://devinabonita.blogspot.co.id/2011/03/empat-era-perkembangan-teknologi.html
http://belajar-komputer-mu.com/sejarah-perkembangan-sistem-informasi/
Read More »

Minggu, 12 Juni 2016

Manusia dan Keindahan

Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya.
Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, kedaerahan, selera mode, kedaerahan atau lokal .

Artikel mengenai Manusia dan Keindahan

Daya Tarik Keindahan Pulau Lombok

Kali ini saya akan membahas tentang keterkaitan antara manusia dan keindahan. Dan saya akan membahas bagaimana keindahan alam yang berada di Pulau Lombok dapat memikat para wisatawan baik nusantara maupun mancanegara untuk mengunjungi Pulau Lombok.

Pulau Lombok terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan berada diantara 2 pulau yang memiliki pesona alam yang indah yaitu, Pulau Bali dan Pulau Komodo. Selain Pulau Bali dan Pulau Komodo, di Lombok pun mempunyai keindahan alam yang bagus juga. Di lombok pun memiliki pesona bawah laut yang cantik dan pantai yang eksotis. Maka dari itu banyak wisatawan baik nusantara maupun mancanegara yang datang untuk menikmati keindahan alam yang dimiliki Pulau Lombok.

Pulau Lombok memiliki pesona bawah laut yang mengagumkan dan juga memiliki air laut yang jernih. Disana kita dapat menyelam ataupun snorkeling, sehingga kita bisa melihat berbagai macam ikan hias dan terumbu karang. Tempat yang menjadi favorit untuk melakukan snorkeling yaitu di Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air.

Selain Pulau Gili di Lombok juga terdapat tempat yang bagus untuk melakukan snorkeling ataupun menyelam yaitu di Pantai Senggigi, karena pantai ini tidak memilliki ombak yang terlalu besar sehingga cocok kalau untuk sekedar menyelam ataupun snorkeling. Selain snorkeling, di pantai ini juga merupakan tempat yang bagus untuk menyaksikan keindahan matahari tenggelam atau sunset.

Selain memiliki pantai yang indah, Pulau Lombok juga memiliki suasana pedesaan yang tenang dengan hamparan sawah yang luas dan udara yang sejuk dengan dilatar belakangi pegunungan. Rumah-rumah nya pun masih ada yang bersifat tradisional dengan bangunan yang terbuat dari kayu dan bilik bambu serta atapnya terbuat dari ijuk jerami. Di pulau ini juga terdapat berbagai macam kebudayaan dan kesenian khas lombok seperti kain hasil tenunan maupun tari-tarian.

Di Pulau Lombok juga memiliki pesona alam yang menakjubkan di puncak Gunung Rinjani. Gunung Rinjani termasuk kedalam gunung tertinggi kedua di Indonesia dan gunung ini masuk kedalam kategori gunung berapi. Gunung ini juga mejadi favorit para pendaki karena keindahan alamnya dan juga keindahan danau segara anaknya. Oleh karena itu, Pulau Lombok memiliki daya tarik minat dan mendapat tempat di hati para wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.

Dengan begitu, keindahan alam Pulau Lombok yang dapat menarik perhatian para wisatawan menunjukkan keterkaitan antara manusia dan keindahan.

Read More »